Menakar Peran Serta Masyarakat Pantau Pemilu Serentak 2019

By Reaksi Nasional 16 Apr 2019, 14:55:02 WIBNasional

Menakar Peran Serta Masyarakat Pantau Pemilu Serentak 2019

Keterangan Gambar : Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow


Oleh Bontor Sitanggang

REAKSI JAKARTA- Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow mengatakan kemungkinan kecurangan dalam perhitungan suara pada pemilu serentak 2019, dapat diantisipasi dengan mendorong peran pengawasan masyarakat dalam mengawal suara, salah satunya kawal Pilpres 2019 yang mengajak pemilih melaporkan hasil penghitungan dengan memfoto Formulir C1 Plano Pilpres di TPS pada 17 April 2019.

"Ada sejumlah indikator beberapa daerah rawan terjadinya kecurangan Pemilu Serentak 2019. Pertama, Faktor Geografis, yakni daerah-daerah yang secara geografis sulit dijangkau dari akses publik, transportasi, media informasi, dan komunikasi. Kedua, Faktor Historis, yakni daerah-daerah yang sejak dulu dan hampir setiap pemilu kerap bermasalah, seperti: Papua, Madura, Nias, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan lainnya," Jeirry Sumampow, di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin kemarin.

Menurut Jeirry, faktor penguasa, yakni daerah daerah yang secara ekonomi miskin dan masyarakatnya belum begitu terdidik sehingga mudah dimobilisasi dan rawan praktik politik uang. Keempat, Faktor Penyelenggara, yakni daerah-daerah di mana dalam pemilu sebelumnya, penyelenggara sering melakukan manipulasi suara namun tidak pernah dihukum dan mereka masih menjadi penyelenggara hingga saat ini.

“Ada banyak modus kecurangan suara di pemilu-pemilu sebelumnya, baik pilpres, pileg, maupun pilkada,” katanya.

Jeirry mengungkapkan, kecurangan bisa saja terjadi dalam hal jumlah suara yang dihitung tidak sesuai dengan jumlah yang ada di Formulis C-1, penambahan suara dengan mengganti angka hasil rekapitulasi, penambahan suara pada pasangan calon tertentu dengan memanfaatkan kolom suara yang tidak terpakai, kolom perolehan suara pasangan calon dalam Formulir C-1 tidak diisi, kolom-kolom dalam Formulir C-1 tidak diberi tanda silang (X) sehingga berpotensi diisi dengan angka baru untuk pasangan calon tertentu, pemilih mencoblos lebih dari satu kali, pemilih yang tidak memenuhi syarat diberi kesempatan memilih, dan masih banyak lagi.

Jeirry menambahkan, bahwa ada sembilan tantangan di Pemilu Serentak 2019:

1. Pelaksanaan yang berbarengan menjadikan beban penyelenggaraan menjadi dobel;

2. Pergantian penyelenggara pemilu;

3. Peran media sosial yang semakin masif berpengaruh terhadap opini dan wacana dalam pemilu;

4. Politik SARA yang makin menjadi trend digunakan untuk memenangkan pemilu;

5. Relasi penyelenggara, khususnya KPU dan Bawaslu/Panwas;

6. Tensi persaingan paslon yang sangat tinggi;

7. Politik uang yang makin tak terkendali dan makin terang-terangan;

8. Rakyat yang makin apatis dan pragmatis;

9. Kurangnya surat suara di TPS.

Jeirry menawarkan empat solusi yang dapat dipertimbangkan untuk meminimalir tantangan tantangan tersebut.

Jeirry menilai, dengan mendorong peran pengawasan masyarakat dalam mengawal suara rakyat, maka modus

kecurangan (terutama kecurangan suara) akan bisa diminimalis. Kemudian transparansi proses rekapitulasi sangat menolong peran masyarakat mengawal proses rekapitulasi.

Selain itu, posisi dan peran Bawaslu/Panwas sangat penting untuk memperbaiki kecurangan akibat kesalahan atau manipulasi terjadi.

Jeirry juga menyebutkan, peran media massa sangat penting untuk mengungkap ke publik kecurangan yang terjadi. Khusus di poin pengawasan masyarakat, Jeirry mengapresiasi upaya sejumlah elemen masyarakat dalam melakukan pengawasan independen, salah satunya Kawal Pilpres 2019 yang bertujuan mengawal hasil penghitungan suara khusus Pilpres di TPS pada tanggal 17 April 2019.

"Kawal Pilpres 2019 mengusung prinsip Netral, Berintegritas, Terbuka. Kawal Pilpres 2019 adalah aplikasi mikro yang ada di dalam aplikasi PeSankita Indonesia - platform aplikasi dengan sistem keamanan tingkat tinggi, yang tercipta sejak tahun 2015. Aplikasi PeSankita merupakan produk Indonesia yang dapat diunduh secara gratis di Playstore untuk Android dan Appstore untuk iOS. Hingga saat ini terus dilakukan perekrutan Relawan Kawal Pilpres 2019 melalui dukungan sekitar 27 lembaga/komunitas, pembukaan booth di Car Free Day Jakarta, dan referensi dari pribadi ke pribadi," pungkasnya. (R1)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • custom t shirt manufacturers china

    I was wondering if you ever thought of changing the structure of your website? Its ...

    View Article
  • cashmere sweater manufacturers in india

    Hi! I could have sworn I've been to this site before but after going through ...

    View Article
  • mercerized cotton polo shirts

    Awesome blog! Do you have any tips for aspiring writers? I'm planning to start ...

    View Article
  • cheerleader uniform dress

    I think this is one of the most important info for me. And i am glad reading your ...

    View Article