Masih Ada Kawasan Kumuh di Kota Bandung

By Reaksi Nasional 06 Nov 2019, 16:14:15 WIBJabar dan Banten

Masih Ada Kawasan Kumuh di Kota Bandung

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana


Oleh Herry Juhana/Ferry Ardiansyah

REAKSI BANDUNG-Ibu kota provinsi Jawa Barat Kota Bandung ternyata masih ada kawasan kumuh,meskipun di daerah ini masif  melakukan pembangunan. 
Keberadaan kawasan kumuh itu telah jauh berkurang, sampai saat ini tercatat ada kurang lebih seluas 717 hektar kawasan kumuh yang tersebar sejumlah wilayah .
Berbagai problem turut mendorong terbentuknya kawasan kumuh di kota dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa tersebut, seperti masalah urbanisasi.
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengakui masih adanya kawasan kumuh di Kota Bandung. Salah satu penyebabnya geliat ekonomi yang menjadikan Kota Bandung sebagai tujuan urbanisasi.
"Laju pertumbuhan ekonomi Bandung tinggi sekitar 7,2 persen dibanding provinsi aja 5,35 persen dan nasional hanya 5,02 persen. Maka menarik buat urban luar daerah masuk ke Bandung," papar Yana , di Balai Kota Bandung, Rabu (6/11/2019).
Namun, lanjut dia, dengan tingginya angka urbanisasi ke Kota Bandung memberi dampak buruk terhadap kondisi lingkungan. Misalnya saja semakin padatnya kawasan pemukiman di masyarakat.
"Tapi dengan banyaknya kaum urban, banyak nambah pemukiman yang enggak layak," katanya.
Yana mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan berbagai upaya dalam penataan kawasan. Salah satunya dengan membuat Perda Penataan Kawasan Kumuh yang kini sedang dibahas oleh pansus di DPRD.
Melalui aturan tersebut, pihaknya yakin penataan kawasan kumuh akan lebih baik ke depan. "Tapi tahun ini kita bisa menata kawasn kumuh. Kita ajukan Perda Penataan Kawasan Kumuh. Mudah-mudahan dengan Perda, punya kekuatan lebih untuk menata," ucapnya.
Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Agus Hidayat mengungkapkan, ada beberapa indikator yang menjadikan sebuah kawasan dinyatakan kumuh. Di antaranya drainase, sanitasi, jalan lingkungan, penyediaan air minum dan lainnya.
Berdasarkan data yang ada, kata dia, pada tahun 2015 luasan kawasan kumuh mancapai lebih dari 1.000 hektar. Namun jumlah itu menurun dan kini tinggal tersisa 717 hektare kawasan kumuh yang tersebut.
"Sampai saat ini 717 hektare kawasan kumuh. Sisanya akan digempur dibereskan melalui proyek Kotaku (Kota Tanpa Kumuh)," pungkasnya. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment