Kuwu Gua Lor Diminta Transparan Terkait Uang Duka PMI

By Reaksi Nasional 18 Mei 2021, 14:09:47 WIBJabar dan Banten

Kuwu Gua Lor Diminta Transparan Terkait Uang Duka PMI

Keterangan Gambar : Ilustrasi


Oleh Jamaludin

REAKSI CIREBON-Terkait PMI yang meninggal di Arab Saudi atas nama Juniri (almh) warga Desa Gua lor Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon, kini menjadi bahan perbincangan dikalangan masyarakat Desa Gua Lor. Pasalnya untuk asuransi almarhumah belum selesai hingga pihak keluarga masih mempertanyakannya.

Menurut Ketua DPC GRIB melalui humasnya Feri, harusnya aparat Pemerintah Desa Gua Lor yang dalam hal ini kepala desanya aktif dalam melindungi warganya atau bergerak cepat untuk menelusuri bagaimana proses warganya dalam pemberkasan untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) apakah sesuai prosedur atau bagaimana. Jangan sampai ada sesuatu yang terjadi nantinya, bahkan sampai meninggal di sana. Untuk kejadian PMI atas nama Juniri, Kepala Desa Gua Lor, Maksudi, harus bertanggung jawab karena peristiwa kematian Jurini ini diduga menjadi korban perdagangan manusia di Arab Saudi dari oknum sponsor yang tidak bertanggung jawab.

”Kami DPC GRIB Kabupaten Cirebon akan mendesak Pemerintah Desa Gua Lor, berdasarkan surat tembusan dari Kementrian Luar Negeri untuk Disnakertrans Kabupaten Cirebon agar diberikan pendampingan dari aparat Pemerintah Desa kepada keluarga Juniri (almh) yang diduga menjadi korban perdagangan manusia di Arab Saudi hingga meninggal di sana," jelasnya, Senin (17/5/21).

Ditambahkannya, kenapa Kuwu Maksudi tidak memproses secara hukum kepada pihak yang memberangkatkan Juniri, karena dalam pemberangkatannya diduga tidak sesuai prosedur dan aturan yang ada, dan ini sudah masuk keranah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dan yang menjadi lebih heran lagi, kenapa uang pengganti asuransi itu dicicil, dan tidak jelas. Sehingga ini menjadi masukan bagi Maksudi selaku Kuwu untuk melindungi warganya, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Selain itu GRIB juga berkoordinasi dengan Dinaskertrans serta aparat Kepolisian untuk permasalahan Juniri (Almh) ini, tambahnya.

Sementara itu menurut Kuwu Desa Gua Lor, Maksudi mengatakan, memang ada yang datang dari pihak yang mengaku dari BNP2TKI setelah dua hari Juniri meninggal yaitu tanggal 10 Februari 2021, dan memberikan santunan sebesar 20 juta rupiah terbagi dalam 2 amplop, yang satu isinya 15 juta dan satunya lagi 5 juta. Pada 28 Februari mereka datang lagi dan menyerahkan kembali uang sejumlah 30 juta, jadi total Rp 50 juta.

“Tetapi itu semua untuk uang santunan bukan uang asuransi. Itu juga keterangan dari Sadun yang mengaku dari pihak KBRI Haji.. Sedangkan untuk proses pemberangkatan Juniri adalah ilegal, sehingga tidak mendapatkan Asuransi,” ungkapnya. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Etetleallosaugs

    <a href="https://tadalafilttab.com/ ">prescription tadalafil online ...

    View Article
  • Etetleallosaugs

    [url=https://accutaneisotretinoine.com/ ]accutane before and after [/url] ...

    View Article
  • JaneClink

    [url=https://cialisldi.com/]cialis online us[/url] ...

    View Article
  • tadalafil daily use

    tadalafil gel https://tadalafilgenc.com/ what is tadalafil <a ...

    View Article