Krisis Air Bersih di Kab Cirebon Bertambah, BPBD Salurkan Bantuan Air Bersih

By Reaksi Nasional 19 Nov 2019, 11:18:19 WIBJabar dan Banten

Krisis Air Bersih di Kab Cirebon Bertambah, BPBD Salurkan Bantuan Air Bersih

Keterangan Gambar :


Oleh Hafidzudin

REAKSI CIREBON - Krisis air bersih yang terjadi di beberapa Desa Kabupaten Cirebon bertambah dari jumlah 35 Desa kini menjadi 43 Desa di 20 Kecamatan di Kabupaten Cirebon. Curah hujan di wilayah Kabupaten Cirebon masih rendah, hujan hanya beberapa kali mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman mengatakan, hingga kini sedikitnya 43 desa di 20 kecamatan se-Kabupaten Cirebon dilanda krisis air bersih.

"Sudah 43 desa di 20 kecamatan yang terdata krisis air bersih di Kabupaten Cirebon," tuturnya, Senin (18/11/19).

Sebelumnya tercatat 35 Desa yang mengalami krisis air bersih, kini jumlahnya bertambah menjadi 43 Desa. Pada pertengahan September, kekurangan air bersih bahkan baru melanda 19 desa.

BPBD Kabupaten Cirebon mendistribusikan air bersih untuk membantu warga di desa-desa yang mengalmai krisis air bersih. Sepanjang musim kemarau ini, sedikitnya 4,3 juta liter air bersih telah disalurkan.

“Penambahan jumlah desa yang dilanda krisis air bersih pun membuat aktivitas penyaluran air meningkat. Sebelumnya, air bersih hanya dikirim setiap Senin hingga Jumat. Sekarang hampir tiap hari, sejak Senin sampai Sabtu. Ada 13-14 desa yang dikirimi air bersih setiap hari," terangnya.

Masih menurutnya, pihaknya menerjunkan enam armada tangki yang dimiliki. Setiap armada rata-rata melakukan tiga kali pengiriman per harinya. Permintaan air bersih sendiri, telah muncul sejak awal Juli 2019. Sementara tahun lalu, permintaan pengiriman air bersih baru datang pada akhir Agustus.

“Jumlah air bersih yang disalurkan untuk membantu desa-desa yang mengalami krisis air bersih pada 2018 hanya 1,7 juta liter. Jumlah itu lebih besar dibanding air bersih yang disalurkan tahun ini sebanyak 4,3 juta liter. Peningkatannya lebih dari 100%," ujarnya.

Menurutnya, musim kemarau tahun ini lebih parah dibanding tahun lalu. Tak heran jika krisis air bersih di Kabupaten Cirebon tergolong parah. Dia menyebutkan, setidaknya 29 desa dilanda krisis air bersih sepanjang musim kemarau tahun lalu.

Ia menambahkan, November ini Kabupaten Cirebon telah masuk masa pancaroba. Namun, curah hujan yang turun di Kabupaten Cirebon masih rendah sehingga air hujan belum masuk ke pori-pori tanah. kondisi tersebut membuat status darurat kekeringan di Kabupaten Cirebon belum dicabut dan berlaku hingga 31 November 2019. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment