Komisi IV DPRD Jabar Gencar Lobby Pusat untuk Geliatkan BIJB

By Reaksi Nasional 14 Mei 2019, 15:23:54 WIBJabar dan Banten

Komisi IV DPRD Jabar Gencar Lobby Pusat untuk Geliatkan BIJB

Keterangan Gambar :


Oleh Ferry Ardiansyah & Herry Juhana

REAKSI BANDUNG - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sampai saat ini masih sepi peminat. Padahal, bandara yang telah menelan biaya triliunan rupiah dari APBD dan APBN itu direncanakan running well sejak 2017.

"Hingga kapan pun BIJB Kertajati tidak akan berfungsi maksimal andai kondisi seperti sekarang ini terus dipertahankan," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady, kepada media di Bandung, Selasa (14/5).

Ia menuturkan, tidak seorang pun rela bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka tersebut menjadi sia-sia. Tidak ada yang akan sepakat bandara seluas 1.000 hektare tersebut mati tak berfungsi.

Deddy menilai, terdapat tiga masalah yang butuh penyelesaian serius untuk mengatasi sepinya Bandara Kertajati.

"Pertama, tidak mungkin ada dua rute dalam satu provinsi. Artinya, maskapai tidak mungkin membuka rute dari luar daerah ke Husein dan ke Kertajati. Itu pasti berdampak pada overhead yang amat tinggi," terangnya.

Kedua, fasilitas yang ada di BIJB Kertajati sebagai sebuah bandara internasional masih menjadi pertanyaan. Daddy menilai fasilitas bandara belum lengkap, semisal hotel dan rumah sakit.

"Hotel dan rumah sakit yang ada di wilayah penunjang, misalnya di Kota Cirebon, dianggap terlalu jauh dari bandara," jelasnya.

Ketiga, sarana transportasi menuju bandara dianggap belum siap pula. Operator, dalam hal ini PT Angkasa Pura II dan PT BIJB, diminta menyediakan bus dari bandara menuju kota-kota tujuan penumpang.

Selain itu, terdapat pula fasilitas lain yang juga harus menyesuaikan karena dengan landasan sepanjang 3.000 meter berarti Boeing 777 bisa landing. Padahal, karena izin operasi yang ada baru untuk 2.500 meter, praktis kebutuhan yang dilayani pun belum sesuai. Misalnya, kapasitas alat pemadam kebakaran dan sarana penyediaan aftur.

Politisi dari paratia Gerindra ini mengatakan, pihaknya dalam hal ini Komisi IV yang membidangi pembangunan dan infrastruktur terus melakukan lobby ke pemerintah pusat baik itu ke Kementerian Perhubungan maupun Ketua Komisi V DPR RI untuk mendukung pengoperasional bandara kebanggan rakyat Jawa Barat tersebut.

Ditambahkan Wakil Rakyat Daerah pemilihan Cirebon-Indramayu ini ada perkembangan terbaru. Menurut Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, seluruh maskapai komersial akan dipindah dari Husein Sastra Negara ke BIJB Kertajati per 15 Juni 2019.

Dengan dipindahkannya maskapai komersial ke BIJB akan berdampak signifikan terhadap ekonomi daerah sekitar karena ada peluang pasar yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk yang hampir 20% dan mayoritas muslim, sebenarnya penumpang calon haji dan umrah sangat potensial.

Hanya saja, menyangkut hal ini harus berkoordinasi dengan Kementerian Agama. Ini berkaitan dengan keberadaan asrama haji yang rencananya berlokasi di Kabupaten Indramayu. Sebenarnya, areal Aerocity seluas 3.200 hektare lebih dapat dimanfaatkan untuk berbagai penunjang sebuah bandara berkelas internasional.

Kebijakan sementara, dan mudah-mudahan berjalan sesuai rencana, Kertajati akan digunakan untuk pemberangkatan umrah mulai bulan September 2019 ini. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • gajjosk

    ??????? ?? ??????????!!!!! ...

    View Article
  • Indocommco

    Ya benar sekali SDM kita masih kurang mengenal perkembangan teknologi, bahkan masih ...

    View Article
  • toko bunga Jakarta

    Tanaman hias di sepanjang jalan di Jakarta jika sudah masuk musim kemarau menjadi ...

    View Article
  • Konsultan Pajak

    Biasanya penunggak itu malas bayar atau gak tahu cara hitungnya, lebih baik dateng ...

    View Article