Komisi I DPRD Jabar Sorot Aset Pemprov Beralih Fungsi

By Reaksi Nasional 07 Nov 2019, 12:55:28 WIBJabar dan Banten

Komisi I DPRD Jabar Sorot Aset Pemprov Beralih Fungsi

Keterangan Gambar : Gedung negara Cirebon.


Oleh Herry Juhana & Ferry Ardiansyah

REAKSI BANDUNG - DPRD Provinsi Jawa Barat menyesalkan bangunan di sekitar Gedung Negara yang selama ini berfungsi sebagai kantor Badan Koordinasi Pemerintahan Dan Pembangunan (BKPP) Wilayah III Kabupaten Cirebon rencananya akan berubah fungsi menjadi pusat kreativitas (creative center).

Padahal, Gedung Negara itu telah dinobatkan sebagai bangunan heritage tersebut merupakan bangunan bernilai sejarah tinggi peninggalan Belanda.

Selain itu, bangunan di sekitar Gedung Negara saat ini dalam proses pengerjaan pusat kebugaran. Hal itu dinilai tidak sinkron dengan bangunan utama yakni Gedung Negara.

Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Sadar Muslihat menyesalkan pemanfaatan aset Pemdaprov Jabar tidak sesuai dengan bangunan utamanya.

"Karena, Gedung Negara ini sebagai heritage, tentu dalam ukurannya sudah ditentukan dalam undang-undang," ujar Sadar di Gedung Negara, Kabupaten Cirebon, Kamis  (7/11/2019).

Menurutnya, tidak diperbolehkan dalam ukuran apapun merubah apalagi merusak sebelum ada kesesuaian dengan pertaturan perundangan yang berlaku. Dengan kata lain, heritage ini harus dipertahankan kontruksinya seperti sediakala.

"Jangankan merusak bangunan, merubah kontruksinya pun harus diperhitungkan sesuai peraturan yang berlaku," kata dia.

Ia menambahkan, terlebih dengan adanya rencana perubahan nama bangunan tersebut dengan istilah asing yakni creative center. Padahal, bangunan utama tersebut sudah terkenal dengan Gedung Negara setelah BKPP dibubarkan sejak UU no. 23 Tahun 2014 diberlakukan.

"Namanya jangan sampai dirubah, enggak usah pakai istilah Bahasa Inggris, udah aja Gedung Negara," tegasnya.

Di sisi lain, tambah politisi PKS itu, pembangunan di sekitar bangunan Gedung Negara yang tengah digarap seharusnya menyesuaikan dengan bangunan utama. Sementara, dari kontruksinya bangunan yang saat ini dalam tahap pengerjaan, dapat dikatakan tidak mengikuti bangunan utama dan lebih modern.

Kendati demikian, Sadar menyebutkan, rencana pembangunan seharusnya menyesuaikan dengan bangunan asal. Konsep pusat kebudayaan lebih cocok untuk dijadikan sarana destinasi wisata yang menyediakan hasil kerajinan khas Kacirebonan ketimbang sarana olahraga. Terlebih dengan adanya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dapat berpotensi pariwisata yang menjanjikan.

"Kalau soal asetnya sudah aman, tetapi jangan sampai ada permasalahan di kemudian hari setelah adanya bangunan tambahan ini yang status bidangnya di bawah Dinas Pemukiman Dan Perumahan (Diskimrum)," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset, Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Barat Yadi Cahyadi menyebutkan, Gedung Negara ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai wahana kebudayaan yang dapat mendukung pariwisata dan pengembangan budaya Kota Cirebon.

“Mudahan aset tersebut dapat dimanfaatkan. Karena punya nilai sejarah yang tinggi,” tuturnya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment