Kepsek SMAN 10 Diduga Lakukan Pungli Uang Parkir Sekolah

By Reaksi Nasional 09 Feb 2018, 18:51:59 WIBJabar dan Banten

Kepsek SMAN 10 Diduga Lakukan Pungli Uang Parkir Sekolah

Keterangan Gambar :


Oleh Rudi Irawan & Asep Baron

REAKSI TASIKMALAYA - Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 10 Kota Tasikmalaya Joni diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) uang parkir terhadap siswanya, hingga membuat sejumlah orangtua siswa resah. Pasalnya, Joni secara sepihak memungut uang parkir sebesar Rp2000 per hari dengan dalih menyisihkan dari uang jajan untuk pembangunan lahan parkir agar supaya tertib dan nyaman.

Dugaan pungli tersebut, terungkap saat siswa meminta tambahan uang jajan kepada orangtuanya untuk parkir bagi siswa yang membawa kendaraan bermotornya.

“Untuk uang bangunan kan sudah dipungut dari siswa, tapi masih meminta 2000 per hari untuk  membangun fasilitas parkir kendaraan. Kami sangat dibebani karena memang sebelumnya tidak ada musyawarah apalagi kesepakatan,” ungkap salah satu orangtua siswa SMAN 10 yang meminta namanya dirahasiahkan kepada Reaksi, Jumat (9/2/2018).

Sumber tersebut meminta agar pihak sekolah jangan terlalu membebani terus kepada muridnya dan meminta agar apa yang menjadi hak murid harus diberikan untuk dapat memenuhi keperluan sekolah.

Orangtua siswa itu berharap agar dugaan pungli oleh Kepsek Joni bisa mendapatkan perhatian khusus dari pihak terkait agar tidak berdampak negatif pada siswa.

“Kita juga mengerti sekolah butuh bantuan dari siswanya, tapi jangan dibebankan melulu kepada  orangtua siswa, apakah tidak cukup uang bangunan dari pemerintah dan partisipasi dari kami, belum lagi ada pemeliharaan bangunan dari program BOS dikemanakan? Nanaon teh diduitken we jeng diakalan we loba modusna,” ujarnya sambil menunjukkan bukti kwitansi uang bangunan.

Hal itu, dibenarkan oleh salah satu guru SMAN 10 yang dirahasiahkan namanya yang mengatakan bahwa Kepsek Joni sering membuat keputusan sepihak tanpa musyawarah dengan orangtua siswa.

“Termasuk  jarang dilibatkan Komite Sekolah,   sehingga sering ditentang oleh komite sekolah dengan kebijakannya yang banyak merugikan siswa, terutama soal pungutan parkir yang dipatok Rp2000 per hari bagi siswa yang membawa kendaraan bermotornya,”katanya.

Sementara itu, Kepsek SMAN 10 Joni saat dikonfirmasi malah sembunyi tidak mau ditemui wartawan. Kepsek malah menyuruh Wakasek Bagian Sarana Ery didampingi Humas SMAN 10 Holis untuk menemui Reaksian dia membantah telah melakukan pungli sebesar Rp2000 per hari kepada siswa untuk parkir kendaraan bermotor.

“Ini kan baru rencana, tidak ada istilah pungutan parkir, bantuan tersebut sudah sesuai kesepakatan dengan Ketua OSIS untuk kepentingan pembangunan fasilitas tempat parkir agar supaya tertib dan nyaman bagi siswa itu sendiri,” tutur.

Dia mengaku, ingin membangun sekolah supaya tertib dan nyaman, kalau bukan dari murid harus dari mana untuk memaksimalkan keindahaan sekolah ini, tidak mungkinkan harus diambil dari anggaran dana BOS, tapi baru rencana sudah ada pihak yang tidak puas dengan kebijakan tersebut. ***

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Flow Meter Tokico Jakarta

    Hello there, You’ve done a great job. I’ll definitely digg it and personally ...

    View Article
  • Open Trip Pulau Seribu

    Hey, you used to write great, but the last few posts have been kinda boring¡K I ...

    View Article
  • Distributor pipa HDPE

    Wow, superb blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look ...

    View Article
  • jakarta sewa mobil

    tidak hanya supir truk juga, terkadang pengendara lain seperti mobil atau motor juga ...

    View Article