Kemnaker Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku UMKM
UU Cipta Kerja Permudah Izin Usaha

By Reaksi Nasional 15 Okt 2020, 14:33:48 WIBNasional

Kemnaker Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku UMKM

Keterangan Gambar : Staf Ahli Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Bidang Kebijakan Publik, Reyna Usman (kiri) bersama Kepala Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja (BBPPK) dan Perluasan Kesempatan Kerja (PPK) Kemnaker Lembang Eko Daryanto dan peserta pelatihan Barista bertekad mengembangkan perluasan kesempatan kerja Sosialisasi UU Cipta Kerja (4) .jpeg 137.9kB


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA –  Salah satu point penting dalam UU Cipta Kerja adalah memberi kemudahan perijinan kepada masyarakat yang bakal membuka Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pemerintahpun mendorong kalangan generasi muda menjadi wirausahawan.

            Staf Ahli Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Bidang Kebijakan Publik, Reyna Usman yakin dan optimis pengangguran dan kemiskinan bakal cepat teratasi dengan adanya poit tersebut.

"Untuk mengatasi pasar kerja dan pengangguran pemerintah harus memiliki upaya percepatan penanggulangan pengangguran yang dapat segera menggerakkan perekonomian, " kata Reyna Saat membuka acara “Pelatihan Inkubasi Bisnis Profesi Barista Coffe and Cafe” di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja (BBPPK) dan Perluasan Kesempatan Kerja (PPK) Kemnaker di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (14/10/2020).

Indonesia kata Reyna, sedang menghadapi tantangan badai pengangguran akibat bencana non alam Covid-19. Ada 6,9 juta penganggur terbuka dan 3,5 juta orang diantaranya karena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) karena Covid 19. Kemudian ada tiga juta orang angkatan kerja baru yang memasuki pasar kerja.

“Dalam tantangan dan permasalahan ketenagakerjaan ini, kami berusaha mencari solusi penanggulangan badai pengangguran. Salah satunya melalui pelatihan Barista ini,” ujarnya.

Keberadaan BBPPK dan PPK Lembang ini penting untuk mencetak pelaku usaha UMKM. Oleh karenna itu, ia meminta para peserta pelatihan yang berasal dari Provinsi Gorontalo untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan masa pendidikan. “Manfaatkanlah pelatihan ini seoptimal mungkin, " kata mantan Dirjen Binapenta Kemnaker ini.

Ia mengatakan, perluasan kesempatan kerja memerlukan komitmen pemerintah, dunia industri, akademisi, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kehadiran mereka sangat penting untuk mengatasi persolan bangsa, terutama soal ketenagakerjaan.

Pelatihan ini kata Reyna merupakan salah satu upaya percepatan penanggulangan pengangguran.

Dalam kesempatan sama, Kepala BBPPK dan PKK Kemnaker, Lembang Eko Daryanto berharap 40 peserta pelatihan dapat menjadi pelaku barista nasional dengan metode pengajaran dan seleksi yang ketat dan mengikuti protokol kesehatan. Saat ini pelatihan menggunakan sistem informasi digitalisasi pengajaran, yang juga bisa dimanfaatkan saat purna pelatihan.

"Cara pendampingan yang efektif terus-menerus dapat dilakukan melalui aplikasi Bisnis Matching BBPKK dan PKK Lembang sehingga tercipta program perluasan kesempatan kerja, " katanya.

Eko mengatakan, kehadiran negara perlu dan penting membantu masyarakat mengembangkan potensi sumber daya daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan daya juang generasi muda mengembangkan UMKM saat pandemi Covid-19.

Jumlah peserta pelatihan  Inkubasi Bisnis ini kata Eko ada 210 peserta dan berasal dari 34 provinsi.

“Saat ini kami melaksanakan pelatihan Barista kepada 210 peserta yang berasal dari 34 provinsi. Selain itu saat ini juga kami telah menandatangani perjanjian kerja sama kelembagaan dengan Sekolah Menengah Kejuruan dan Pesantren,” kata Eko. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment