Kejari Kabupaten Cirebon Tahan Tersangka Kasus Eksavator di Dinas Pertanian

By Reaksi Nasional 15 Okt 2019, 12:02:46 WIBJabar dan Banten

Kejari Kabupaten Cirebon Tahan Tersangka Kasus Eksavator di Dinas Pertanian

Keterangan Gambar : Tersangka Kasus Penggelapan Eksavator di Dinas Pertanian (SM)


Oleh Hafidzudin

REAKSI CIREBON – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon menangkap SM tersangka kasus eksavator di Dinas Pertanian. Tersangka melakukan penyalahgunaan mesin ekskavator yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian.

SM merupakan warga warga Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Tindakatan penyalahgunaan mesin ekskavator oleh SM mengakibatkan kerugian Negara mencapai Rp290 juta.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Cirebon, Aditya Rakatama mengatakan, Pada tahun 2017 Kementerian Pertanian memberikan bantuan ekskavator untuk kelompok tani di Kecamatan Astanajapura secara gratis dan para petani hanya dibebankan biaya perawatan (servis dan bahan bakar). Namun tersangka SM justru menyewakan mesin ekskavator tersebut kepada para petani.

Aditya Rakatama juga mengatakan, SM menyalahgunakan mesin ekskavator bantuan Kementerian Pertanian untuk kepentingan pribadi. "Tersangka ini selaku swasta, menggunakan alat berat yang notabene milik pemerintah dan disalahgunakan atau disewakan, dan hasilnya untuk kepentingan pribadi," ungkapnya.

Ia menyampaikan, dari hasil pemeriksaan, tersangka SM terbukti melanggar pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi nomor 31 tahun 1999 yang diubah dari nomor 20 tahun 2001.

"Yang bersangkutan kita lakukan penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak hari ini sampai 14 November 2019. Ditahan di Rutan Cirebon," katanya, di Kantor Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Senin (14/10/19).

Menurutnya, praktik yang dilakukan SM dari tahun 2017-2018 merugikan negara dengan total kerugian mencapai Rp 290 juta, dengan hukuman maksimal empat tahun penjara.

Ia menambahkan, tersangka SM mengaku kenal dekat dengan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), sehingga banyak para petani mempercayai kalau penggunaan ekskavator menggunakan tarif.

“Anggota DPRD yang diduga terlibat, sudah diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon dan hasilnya nanti akan disampaikan,” terangnya. (R1)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment