Kalangan Perempuan Diminta Optimalkan Pekerjaan Paruh Waktu dengan Teknologi Digital

By Reaksi Nasional 27 Jul 2020, 13:56:15 WIBNasional

Kalangan Perempuan Diminta Optimalkan Pekerjaan Paruh Waktu dengan Teknologi Digital

Keterangan Gambar : Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat perilaku industri dan pekerja berubah. Salah satu perubahan itu terlihat dengan penggunaan teknologi makin meningkat dalam segala aspek. Perubahan tersebut mempercepat transformasi ketenagakerjaan yang terus bergerak ke arah revolusi industri 4.0.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, memandang peningkatan penggunaan teknologi di era digital menjadi peluang baru bagi bangkitnya ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia. Ia pun mendorong angkatan kerja, para perempuan untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari perubahan tersebut.

“Perempuan harus mampu mengoptimalkan pekerjaan-pekerjaan paruh waktu yang berkembang dan tumbuh dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti e-commerce dan programming,” kata Ida dalam siaran pers Humas Kemnaker yang diterima Renas, Senin (27/7).

Ia mengatakan hal itu ketika mengisi Seminar Virtual bertajuk “Kiprah Perempuan Menghadapi Tatanan Kehidupan Baru” yang diselenggarakan PSGA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia menjelaskan, dengan memanfaatkan teknologi digital, perempuan mampu melindungi dirinya melalui program jaminan sosial yang disediakan dan dikembangkan pemerintah, serta mampu berinvestasi dalam peningkatan kompetensi diri (lifelong learning through re-skilling and up-skilling).

Untuk mendukung upaya peningkatan kompetensi dan pemberdayaan perempuan itu, kata Ida, pihaknya telah memilki beberapa program terkait dengan upaya penguatan serta pemberdayaan perempuan di seluruh Indonesia, antara lain melalui pelatihan berbasis kompetensi, pelatihan kewirausahaan, pelatihan tanggap Covid-19, pemberian insentif pelatihan, serta pembangunan BLK Komunitas.

“Sebagai bukti komitmen Kemnaker dalam mendukung pemberdayaan perempuan, data menunjukkan pada 2019 lalu, program pelatihan berbasis kompetensi (PBK) yang dilaksanakan Kemnaker di setiap BLK pusat dan daerah diikuti sekitar 46% peserta pelatihan perempuan. Bahkan, hingga Juni 2020 angka tersebut meningkat menjadi sekitar 48% (termasuk pelatihan tanggap Covid-19). Ini menunjukkan bahwa program PBK diikuti secara seimbang oleh laki-laki dan perempuan ,” ungkapnya.

Tentunya, katanya melanjutkan, pelatihan itu didukung dengan kejuruan pelatihan yang juga dapat diikuti perempuan seperti tata kecantikan, tata busana, bisnis dan manajemen, dan lain-lain.

Ia berharap, kaum perempuan terus bersemangat untuk memanfaatkan berbagai fasilitas program peningkatan kompetensi seperti yang disediakan oleh Kemnaker, agar dapat terus kompetitif dan berkontribusi positif terhadap perekonomian melalui pasar kerja di era tatanan kehidupan baru. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Milasof

    638431 cialis soft wiki http://cialisyytr.com/ acheter du cialis en franc ...

    View Article
  • DenClink

    [url=http://zoloft360.com/]cost of brand zoloft[/url] [url=http://elimitepermethrin.com/]buy ...

    View Article
  • Judesof

    638431 cialis sold cheaply http://cialishhqoeur.com/ ...

    View Article
  • Milasof

    c82831 cialis 100mg for sale cheap http://cialisooie.com/ ...

    View Article