JPO Pondok Jagung Tangsel Dikeluhkan Warga

By Reaksi Nasional 21 Feb 2019, 13:48:32 WIBJabar dan Banten

JPO Pondok Jagung Tangsel Dikeluhkan Warga

Keterangan Gambar :


Oleh Johny Siregar & Mercy

REAKSI TANGSEL - Jembatan penyebrangan orang (JPO) di Jalan Raya Serpong, tepatnya di depan SDN 01 Pondok Jagung Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan  Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan dipenuh dengan papan reklame. Tak hany itu, desain JPO itu dinilai tak ramah lingkungan karena kaki konstruksi nya berada di area sekolah sehingga berpotensi mengakibatkan terjadinya kecelakaan pada siswa dan siswi.

Yanti saat menjemput anaknya di sekolah kepada Reaksi, Kamis (21/2/2019) mengatakan banyak JPO di Kota Tangerang Selatan yang masih jauh dari nyaman dan aman. Pagar pembatas JPO dipenuhi papan reklame yang berdampak beban konstruksi, serta diperparah kondisi anak tangga yang mulai berkarat.

“Seperti Jembatan Penyeberangan Orang di depan SDN 01 Pondok Jagung ini. Kaki konstruksi berada di area sekolah sehingga menjadi rentan kecelakaan kepada para siswa dan siswi.  Selain masalah konstruksi JPO, kemiringan anak tangga JPO lebih dari 45 derajat sehingga berdampak melelahkan bagi pengguna yang akan menyeberang, terlebih bagi penyandang disabilitas,” katanya.

Menurut Yanti, JPO itu juga kurang berpihak bagi kelompok Lansia, terutama saat membawa barang.

Pakar Transportasi Djoko saat di Reaksi, Kamis (21/2) mengatakan,munculnya reklame-reklame di JPO merupakan konsekuensi mahalnya biaya konstruksi. Untuk mengatasi persoalan biaya, maka kemudian dilakukan kerjasama dengan pihak ketiga, yakni perusahaan yang ingin memasang iklan.

Pemasangan reklame di JPO bisa mendongkrak pendapatan asli daerah. Karena itu, menurut dia, sah-sah saja memanfaatkan ruang JPO untuk pasang reklame demi mendapatkan pemasukan pendapatan asli daerah (PAD).”

”Sayangnya pemasangan reklame tersebut sering mengabaikan keselamatan dan  kenyamanan pejalan kaki. Juga lingkungan yang berkontribusi menjadi lahan tempat kaki konstruksi berada ( SDN 01 Pondok Jagung ),” ungkapnya.

Kepala Sekolah SDN 01 Pondok Jagung  Sarkosih mengatakan, kelangsungan berjalan dan berkembangnya pendidikan khususnya di sekolah negeri melibatkan banyak pihak, termasuk pihak swasta dan pemerhati pendidikan.

“Keberadaan kaki konstruksi di lahan SDN 01 Pondok Jagung sejak didirikan  tahun 2013 sampai tahun ini tidak ada kompensasi untuk sekolah yang dipimpinnya.

“Padahal JPO tersebut mempunyai nilai komersil  yang tinggi untuk jasa periklanan yang terpampang iklan dari beberapa perusahaan besar terdapat pada sisi kiri maupun kanan JPO itu,” ungkapnya.

Jufrin, komite sekolah yang juga warga sekitar menambahkan, keberadaan JPO sebagai akses alternatif yang aman untuk penyeberangan orang dan memiliki nilai komersil yang besar. Pada tahun 2013 pada titik kontruksi kaki JPO berdiri sebuah warung / kantin sekolah, lahan warung dibongkar untuk menjadi titik salah satu tiang penyangga JPO  dengan kompensasi besaran Rp7 juta rupiah.

“Kini warung tersebut berada di belakang sekolah menjadi tempat jajan para siswa dan siswi dan orang tua menjemput anaknya pulang sekolah. Herannya pemilik JPO mengabaikan keberadaan pemilik lahan (SDN 01 Pondok Jagung),” ungkapnya bingung. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • custom t shirt manufacturers china

    I was wondering if you ever thought of changing the structure of your website? Its ...

    View Article
  • cashmere sweater manufacturers in india

    Hi! I could have sworn I've been to this site before but after going through ...

    View Article
  • mercerized cotton polo shirts

    Awesome blog! Do you have any tips for aspiring writers? I'm planning to start ...

    View Article
  • cheerleader uniform dress

    I think this is one of the most important info for me. And i am glad reading your ...

    View Article