Jaksa Agung Malaysia Pastikan Banding Kasus Kematian PMI

By Reaksi Nasional 13 Mei 2019, 14:56:51 WIBNasional

Jaksa Agung Malaysia Pastikan Banding Kasus Kematian PMI

Keterangan Gambar : Menaker Hanif Dhakiri bersama Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas.


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas memastikan akan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tinggi Pulau Penang yang memutus bebas murni majikan, dalam kasus kematian Pekerja Migran Indonesia (PMI), Adelina Lisao.

Tommy mengungkapkan kepastian banding itu kepada Mennaker Hanif Dhakiri saat melakukan kunjungan kerja ke Kuala Lumpur, Sabtu (11/5/2019).  Kunker tersebut terkait peningkatan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja migran Indonesia (PMI).

Menaker bertemu Jaksa Agung Malaysia untuk menyampaikan protes keras atas persidangan kasus Adelina dan meminta kasus dibuka kembali.

“Kami akan buka kembali kasus kematian Adelina Lisao. Kami akan ajukan banding atas putusan Pengadilan Tinggi Pulau Penang,” kata Tommy kepada Menaker Hanif Dhakiri, di Kantor Kejaksaan Agung Kawasan Putrajaya Malaysia.

Dalam melakukan banding, Kejaksaan Agung Malaysia tidak mengajukan dakwaan baru, melainkan tetap menggunakan dakwaan awal yakni pembunuhan. Jaksa Agung Tommy memastikan gugatan banding akan disertai bukti-bukti yang lebih kuat, yang menunjukkan keterlibatan majikan atas kematian Adelina.

Pada kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga menyampaikan apresiasi kepada Hanif atas perhatiannya pada kasus Adelina. Keduanya sepakat, harus ada efek jera bagi para majikan di Malaysia yang tidak memperlakukan PMI secara manusiawi dan sesuai ketentuan hukum. Ke depan, kedua petinggi negara juga bersepakat untuk meningkatkan kerja sama perlindungan kepada PMI di Malaysia.

Seperti diketahui, 18 April 2019 lalu, Pengadilan Tinggi Pulau Penang Malaysia membebaskan MAS Ambika (majikan Adelina) dari dakwaan pembunuhan Adelina. Atas putusan tersebut, Menaker mengajukan protes keras.

“Protes sudah saya sampaikan sejak awal putusan kasus Adelina melalui perwakilan Indonesia dan jaringan Diaspora Indonesia di Malaysia. Alhamdulillah hari ini bisa sampaikan langsung dan mendapat respon positif," tandas Hanif sambil mengapresiasi Kejaksaan Agung Malaysia yang berjanji akan mempercepat pengadilan banding kasus Adelina.

Adelina adalah PMI asal Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Ia meninggal di Hospital Bukit Mertajam pada 11 Februari 2018 silam, akibat dianiaya majikannya, Ambika. Tak hanya menganiaya, majikan berusia 61 tahun itu juga tega membiarkan Adelina tidur di teras bersama anjingnya hingga beberapa hari.

Berita kematian Adelina sempat menjadi pemberitaan media internasional. Pemerintah Indonesia mendesak pengadilan Malaysia memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.

Namun, kabar mengejutkan tersiar pada 18 April 2019 setelah Pengadilan Tinggi Pulau Penang ternyata memutus bebas Ambika. Melalui persidangan banding yang justru diajukan Kejaksaan Agung Malaysia, bukan oleh pihak pemerintah Indonesia. Diharapkan majelis hakim memberikan putusan yang seadil-adilnya atas kematian Adelina. (R2)

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • gajjosk

    ??????? ?? ??????????!!!!! ...

    View Article
  • Indocommco

    Ya benar sekali SDM kita masih kurang mengenal perkembangan teknologi, bahkan masih ...

    View Article
  • toko bunga Jakarta

    Tanaman hias di sepanjang jalan di Jakarta jika sudah masuk musim kemarau menjadi ...

    View Article
  • Konsultan Pajak

    Biasanya penunggak itu malas bayar atau gak tahu cara hitungnya, lebih baik dateng ...

    View Article