Jakarta Belum Siap Tanggulangi Bencana Gempa

By Reaksi Nasional 06 Mar 2018, 18:18:24 WIBNasional

Jakarta Belum Siap Tanggulangi Bencana Gempa

Keterangan Gambar :


Oleh Bontor Sitanggang

REAKSI JAKARTA - Guru Besar Universitas Pelita Harapan Prof Manlian Simanjuntak mengatakan, miris mendengar informasi terkini dari Badan Meteorolgi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dirilis Media pada 28/2/2018 bahwa Jakarta akan menghadapi ancaman Gempa 8,7 Skala Richter (SR).

"Pertanyaan di atas berlaku untuk semua terlebih Jakarta yang intinya sebenarnya jujur kita, bahwa kita semua belum siap menghadapi bencana gempa," ungkap Manlian Simanjuntak kepada Reaksi melalui pesan tertulisnya, Selasa (6/3/2018).

Karakter bencana kata Manlian, berbeda dengan karakter risiko berbasis pencegahan dan bencana berbasis penanggulangan. Dalam konteks penanggulangan tetap harus dilakukan persiapan dan perencanaan berupa manajemen penanggulangan bencana.

"Upaya ini dilakukan terhadap bencana bukan bertujuan mengurangi dampak bencana karena dampak bencana tidak terukur, tetapi mempersiapkan semua pihak mampu menghadapi bencana," kata Manlian.

Menurutnya, salah satu unit badan di bawah koordinasi Presiden terhadap kebencanaan di Indonesia yaitu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang seyogyanya terus berintegrasi dengan pemda, kementerian terkait, profesional dan masyarakat.

"Bencana gempa tidak ada kepastian kapan menimpa, untuk itu yang dapat kita lakukan adalah memastikan kita siap menghadapi dan seluruh infrastruktur siap menghadapi dinamika beban gempa," ujarnya.

Manlian menjelaskan, rekomendasi penting dalam menghadapi dan menanggulangi bencana gempadalah dengan memastikan setiap Provinsi di Indonesia memiliki Rencana Induk Manajemen Penanggulangan Bencana (RIMPB) yang menjadi dasar perencanaan pembangunan operasional wilayah secara khusus perkotaan dalam kesiapan menghadapi bencana.

Karakter wilayah menyesuaikan dengan aturan yang diberlakukan dalam Undang-Undang(UU) No 26 Tahun 2007 tentang tata ruang minimal di tingkat Provinsi memiliki RIMPB yang dapat disahkan Pemda yang berkolaborasi dengan BMKG, Kementerian, Pemerintah Pusat. Dasar Penyusunan RIMPB mengacu kepada peta gempa Nasional dan RUTR.

Kemudian dampak RIMPB akan menata ruang Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia untuk menata ruang baik area Master Poin dan Standart Pelayanan Minimum.

"Secara  teknis seluruh proyek konstruksi tahan gempa apakah registrana apakah regulasi terhadap bangunan gedung dan infrastruktur untuk dapat mengantisipasi risiko dan bencana," jelasnya.

"Kemudian, apakah metode pemantauan gempa sudah dilakukan, bagaimana sosialisasi penanggulangan bencana di tingkat nasional dan daerah, ini semua bisa menjawab apakah Jakarta dan wilayah lainnya siap menanggulangi bencana gempa," tandasnya. ***



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment