ITB Targetkan Masuk Top 100 Universitas Dunia

By Reaksi Nasional 22 Mei 2019, 10:28:19 WIBPendidikan

ITB Targetkan Masuk Top 100 Universitas Dunia

Keterangan Gambar : Rapat Pleno MWA ITB dipimpin Menteri Ristekdikti, Moh. Nasir. (Dok: Humas ITB)


REAKSI JAKARTA - Majelis Wali Amanat (MWA) Institut Teknologi Bandung melaksanakan Sidang Pleno Majelis Wali Amanat ITB periode 2019-2024 di Gedung D, Kemenristekdikti, Jakarta, Senin (20/5/2019). Sidang tersebut dipimpin Menristekdikti Moh. Nasir.

Moh. Nasir menyampaikan bahwa peran MWA sangatlah penting di dalam sebuah perguruan tinggi dalam menentukan arah kebijakan ke depannya.
Agenda sidang kali ini berisi tiga hal yaitu, perumusan program kerja Majelis Wali Amanat ITB tahun 2019, pembentukan pengurus Majelis Wali Amanat ITB tahun 2019-2024, penentuan jadwal dan agenda rapat majelis Wali Amanat berikutnya.
Rapat pleno yang dihadiri 15 anggota MWA terdiri atas 4 ex-officio yaitu Menristek Dikti, Gubernur Jabar yang pada kesempatan tersebut diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Eddy Iskandar Muda Nasution, Ketua Senat Akademik, dan Rektor ITB.
Kemudian 4 wakil masyarakat di antaranya KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, Nurhayati Subakat, Yani Panigoro, Achmad Zaky.
Dalam sidang pleno tersebut, Yani Panigoro terpilih sebagai Ketua MWA ITB 2019-2024 secara musyawarah untuk mufakat dengan Wakil Ketua Djoko Santoso.

Usai sidang, kepada Humas ITB, Yani Panigoro mengatakan, target yang harus dicapai ITB salah satunya masuk top 100 universitas di dunia. Untuk mencapai target tersebut, menurut dia, ada langkah penting yang harus dilakukan MWA ITB yakni menjalin kolaborasi bersama senat, rektorat, guru besar, dan mahasiswa di ITB.
“Jadi kami ini akan rutin berkolaborasi dengan semua pihak, apalagi dengan alumni. Karena alumni besar sekali jumlahnya. Jadi kalau mau berpikir ITB 100 tahun ke depan, itu semua pihak harus berkontribusi,” ujarnya seperti dikutip dari rilis Humas ITB yang diterima Reaksi, Rabu (22/5).

Dia merinci, ada beberapa target yang harus dicapai ITB. Pertama ialah masuk top 100 universitas di dunia. Untuk menuju target ini, maka harus dipetakan langkah bersama menuju ke arah sana. Kedua, ialah sumber pendanaan. ITB tidak mungkin hanya mengandalkan pendanaan dari pemerintah saja, melainkan juga perlu kerjasama dengan berbagai pihak terutama dalam riset.
Ketiga yakni perlunya lahan kampus yang lebih luas. Lahan tersebut, kata Yani, tidak hanya untuk kampus, tapi juga untuk pendukung-pendukungnya.

“Misalnya lahan di Walini, tentunya mahasiswa akan menjadi besar, dosen lebih banyak. Mahasiswa ada asrama sehingga mereka lebih nyaman, para peneliti akan nyaman karena ada pusat riset. ITB adalah perguruan tinggi yang ada sains, teknologi, seni dan manajemen, maka di Walini ini infrastruktur untuk itu bisa lebih berkembang,” ujar lulusan program studi Teknik Elektro ITB tahun 1975 itu. (rls/R2)

 

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • prescription meds without the prescription

    <a href="http://canadianpharmaciesoffer.com/">no 1 canadian pharcharmy ...

    View Article
  • khosim

    Have you ever considered about including a little bit more than just your ...

    View Article
  • Cindygocoego

    cialis 20 mg <a href="http://canadianpha.com">cialis canadian ...

    View Article
  • Cindygocoego

    cialis 20 mg <a href="http://canadianpha.com">cialis canadian ...

    View Article