Instruktur Harus Ikuti Perkembangan Teknologi

By Reaksi Nasional 31 Okt 2019, 12:58:22 WIBNasional

Instruktur Harus Ikuti Perkembangan Teknologi

Keterangan Gambar : Kepala BNSP Kunjung Masehat menyerahkan hadiah juara I kepada pemenang IT teknology


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA - Menghadapi perkembangan teknologi di era digitalisasi, para instruktur lembaga pelatihan harus mampu menyesuaikan diri dalam perkembangan teknologi. Dengan penyesuaian tersebut, setiap instruktur diyakini bakal mampu menciptakan tenaga kerja berkualitas di kancah era global saat ini. Kedepan, pembinaan instruktur bakal terus ditingkatkan untuk mewujudkan instruktur yang kompeten dan profesional, sehingga mampu mentransfer pengetahuan dan ketrampilannya kepada peserta pelatihan.

Demikian dikatakan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kunjung Masehat, saat menutup Kompetisi Kompetensi Instruktur Nasional (KKIN) VII Tahun 2019 di Samarinda, Kalimantan Timur, dalam rilis yang diterima Renas Kamis (31/10).

Tujuan pelaksanaan kompetisi itu adalah mendorong pemerataan kualitas instruktur pelatihan nasional, baik instruktur di BLK (pemerintah), LPK Swasta, maupun training center industri.

KKIN VII itu dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda merupakan grand final yang menghasilkan juara nasional untuk 9 kejuruan. Kompetisi yang diikuti para instruktur lembaga pelatihan milik pemerintah dan swasta di seluruh Indonesia ini berawal dari kompetisi yang berlangsung di 12 regional. Dalam grand final, 108 instruktur memperebutkan juara nasional sesuai kejuruan. Semula terpilih 45 peserta terbaik, kemudian mengerucut jadi 27 orang yang akhirnya ditetapkan sebagai juara I, II dan III masing-masing untuk 9 kejuruan.

Kunjung mengatakan, dalam upaya mewujudkan SDM yang berkualitas pemerintah mendorong penyebaran instruktur yang kompeten dan profesional di seluruh daerah. Sehingga mereka mampu mentransfer pengetahuan dan ketrampilannya kepada peserta pelatihan.

“Tanpa instruktur yang profesional, akan sulit mewujudkan Indonesia maju dengan SDM yang berkualitas,” tandasnya.

Ia menyebutkan, tiap tahun ada pertambahan 2,4 juta lulusan SMA/SMK yang masuk pasar kerja maupun melanjutkan pendidikan. Mereka yang masuk pasar kerja harus disiapkan menjadi tenaga kerja yang kompeten di tengah persaingan yang ketat dewasa ini. “Untuk itu, instruktur harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar kerja di tengah kemajuan teknologi,” ujarnya.

Ditambahkan, pelatihan tidak hanya memberikan keterampilan berbasis kompetensi (skilling), tapi juga meningkatkan keahlian (up-skilling) dan memberikan keahlian baru (re-skilling) khususnya bagi tenaga kerja yang terkena PHK.

Ia menjelaskan, peningkatan SDM nasional didasarkan pada tiga komponen, yakni kualitas, kuantitas, dan persebaran. Ketiga komponen tersebut juga berlaku untuk instruktur, dimana kualitas, kuantitas, dan persebaran instruktur harus merata hingga ke tingkat daerah.

“Oleh karena itu, pembinaan terhadap instruktur akan selalu dilakukan untuk mewujudkan instruktur yang kompeten, profesional dan mampu mentransfer pengetahuan dan ketrampilannya. Apalagi dalam menghadapi tantangan teknologi dan informasi di era digitalisasi, para instruktur harus menyesuaikan diri. instruktur diharapkan mampu mengembangkan program pelatihan maupun metodologi pelatihan yang sesuai dengan perkembangan zaman.,” katanya.

Kepala BLK Samarinda, Andri Susila, selaku Ketua Pelaksana KKIN VII dalam laporannya mengatakan, KKIN yang diselenggarakan dua tahun sekali ini antara lain sebagai upaya untuk memotivasi instruktur dalam meningkatkan kompetensinya. Selain itu juga untuk mengetahui peta kompetensi instruktur baik tingkat regional maupun nasional, serta sebagai salah satu acuan dalam penyusunan program pembinaan instruktur di masa mendatang.

Sebagai agenda dua tahunan dari Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker, KKIN VIII akan diadakan di Padang, Sumatera Barat, pada 2021 mendatang.

Ke-9 kejuruan yang dikompetisikan dalam KKIN VII meliputi pengelasan, otomotif kendaraan ringan, instalasi listrik, tata busana, teknik pendingin dan tata udara (AC), elektronika, desain grafis, perancangan rekayasa mekanik CAD, dan kejuruan solusi perangkat lunak teknologi informasi untuk bisnis.

Sebagai juara I, II dan III Kejuruan Pengelasan adalah Yerikho (Banten), Susianto (Jatim) dan Muh. Rommdon (Jateng). Otomotif : Sugeng Andriyanto (Jabar), Andreas Setyawan (Jateng) dan Muh. Ridha Rasyid (Sulsel). Listrik : Muh.Padli Nur (Banten), Eka Cipta Wibowo (Jabar) dan Suherman (Sumbar).

Kejuruan Tata Busana : Jaenal Arifin (Jatim), Nurul Soimah (Jateng) dan Sari Erni Agustini (Sumsel). Pendingin Udara (AC) : Aditya Wardani (Jateng), Heru Hermawan (Jabar) dan Moh. Ali Muhtarom (Jatim).

Kejuruan Elektronika : Teguh Santoso (Papua), Slamet Harimukti (Jateng) dan Hasrul Baki Hasibuan (Jabar). Desain Grafis : Yosef Ardi Subianto (Jateng), Setya Wahyu Utomo (Jabar) dan Jon Hendra (Sumbar).

Kejuruan Perancangan Rekayasa Mekanik CAD : Alha Esa Anada (Jateng), M Yusra Nusa (Sumbar) dan Faiz Ajri (Banten). Solusi Perangkat Lunak TI Bisnis : Mahambara Agung Pratama (Jabar), Reny Citra Nurani (Jatim) dan Isra Sudin (Maluku Utara).Selain piagam, Juara I masing-masing mendapat hadiah uang sebesar Rp 10 juta, Juara II Rp 7,5 juta dan Juara III mendapat hadiah sebesar Rp 5 juta. Selain itu, beberapa juara I dan II mendapat hadiah tambahan berupa laptop dan printer. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment