Inkubasi Bisnis Diyakini Mampu Ciptakan Perluasan Kesempatan Kerja  untuk Tekan Pengangguran

By Reaksi Nasional 24 Jul 2020, 11:04:16 WIBNasional

Inkubasi Bisnis Diyakini Mampu Ciptakan Perluasan Kesempatan Kerja  untuk Tekan Pengangguran

Keterangan Gambar : Kepala BBPPK dan PKK Lembang Eko Daryanto menutup acara Pembekalan Kewirausahaan (Inkubasi Bisnis In Wall) di Lembang, Kamis ( 23/7) Malam


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI BANDUNG -  Pemerintah mendorong dan menggalakan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan minatnya mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah  (UMKM). Sektor UMKM ini diyakini mampu menciptakan perluasan kesempatan kerja sekaligus membangkitkan pertumbuhan ekonomi secara nasional di masa pandemi covid 19.

            Untuk itu, pemerintah akan tetap mendorong pertumbuhan UMKM. Sebab selain menciptakan perluasan kesempatan kerja dan membangkitkan ekonomi secara nasional, sektor UMKM ini juga diyakni sebagai jaring pengaman dalam menghadapi bonus demografi pada 2030.

            Demikian dikatakan Kepala Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK) Lembang, Eko Daryanto saat acara penutupan Pembekalan Kewirausahaan (Inkubasi Bisnis In Wall) tahap I, di Lembang, Bandung, Kamis (23/7) malam.

            Pembekalan kewirausahaan ini kata Eko, merupakan salah satu program Kementerian Ketenagakerjaan yang berkontribusi untuk menciptakan dan membangkitkan kembali industri UMKM yang terdampak pandemi Covid 19 secara nasional. BBPPK dan PKK bekerjasama dengan instruktur dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Weekend WorkShop (Wewo) melaksanakan program pembekalan inkubasi bisnis tersebut.

Kegiatan pembekalan kewirausahaan inkubasi bisnis ini diselenggarakan lima hari, mulai 19-24 Juli 2020 dan diikuti 148 peserta dari delapan provinsi. Para peserta dikelompokkan enam jenis usaha, yaitu pertanian, perikanan, peternakan, pengolahan (kuliner), jasa dan industri kreatif. Pembekalan kewirausahaan inkubasi bisnis ini bertujuan memberikan bekal dan pendampingan kepada para peserta sehingga mampu menjadi wirausahawan baru yang tangguh, inovatif dan kreatif.

Hal menarik dari pembekalan inkubasi bisnis ini, setiap peserta mendapat bimbingan dan pelajaran mengenai manajemen bisnis, motivasi bisnis (membangkitkan semangat, memahami karakter usaha dan mengeksekusi ide). Kemudian mempelajari manajemen usaha,  manajemen produktif dan koperasi dan bisnis model canvas (perencanaan bisnis, actionn plan), dimana sebelumnya para peserta yang telah berwirausaha tidak pernah belajar mengenai ilmu tentang usaha dan bisnis.

Eko mengatakan, berbekal ilmu usaha dan bisnis itu maka motivasi untuk mengembangkan usaha juga akan tercipta seiring dengan keinginan mendokrak pendapatan keluarga.

“Jadi, inilah kontribusi nyata program ini, dimana Kemnaker turut terlibat memotivasi semangat berwirausa serta pengembangannya melalui pembekalan inkubasi bisnis. Program ini tidak berhenti hanya memotivasi, tetapi kami juga akan memberikan bimbingan usaha lewat virtual untuk membantu mencari mitra usaha. ,” kata Eko.

Selain itu, kata Eko melanjutkan, pihaknya tidak menutup diri jika ada para peserta yang ingin berkonsultasi mengenai inkubasi bisnis yang dikembangkan. Melalui metoda konsultasi seperti itu, maka akan ada hubungan kelanjutan komunikasi sehingga usahanya dapat bertumbuh.

“BBPPK dan PKK Lembang selalu hadir untuk memberikan kenyataan secara massif dalam kesempatan perluasan kerja sehingga dapat menekan bonus demografi serta mengatasi pengangguran. Inilah manfaat in wall inkubasi bisnis. Untuk itu, saya berharap seluruh peserta dapat melanjutkan usaha yang sudah dilaksanakan, sesuai ilmu usaha dan bisnis yang telah dipelajari” katanya.

Kontribusi sektor UMKM terhadapat penyerapan tenaga kerja sangat tinggi. Oleh karena itu, BBPPK dan PKK Lembang, akan terus mengembangkan berbagai program pembekalan inkubasi bisnis dan melakukan sinergi dengan sejumlah stakeholders terkait untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan perluasan pasar kerja.

"Kami berharap, peserta penerima program pembekalan ini dapat menjadi wirausaha yang mampu menyerap tenaga kerja, sehingga membantu pemerintah mengurangi dan menekan jumlah pegangguran," ujar Eko.

Usai mengikuti pembekalan inkubasi bisnis, Kementian Ketenagakerjaan memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp. 10 juta kepada masing masing peserta, sebagai tambahan kerja produktif untuk kegiatan usahanya. Selanjutnya, BBPPK dan PKK Lembang akan melaksanakan pembinaan dan monitoring penggunaan dana tersebut.

Rani, salah seorang Instruktur Pembekalan Inkubasi Bisnis mengatakan, rata rata para peserta pembekalan itu sulit berkembang karena sulit mengatur keuangannya. Ia menyebutkan dalam dunia usaha, keuangan itu harus dipisahkan dengan keuangan keluarga, jangan dicampur adukan.

“Pemisahan keuangan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada untung dari usahanya atau tidak. Sebab untuk menghitung keuntungan usaha maka harus jelas berapa harga pokok produksi dan segala operasionalnya. Inilah yang belum dipahami para peserta pembekalan ini,” kata Rani yang juga Dosen di IPB ini.

Ia menyebutkan, selain menyampaikan ilmu tentang usaha dan bisnis (motivasi bisnis, manajemen usaha, manajemen produksi, dan lainnya), alumni strata dua ilmu agrobisnis dari IPB ini juga mengajak para peserta pembekalan kewirausahaan  untuk mulai bertransformasi menggunakan teknologi, terutama soal pemasaran produknya.

“Selain konsep usaha dan bisnis, kami juga mengajak para peserta  untuk beradaptasi dengan perkembangan tekonologi. Misalnya, mempromosikan produksinya melalui jejaring sosial media dan melakukan pertemuan dengan menggunakan aplikasi yang ada, seperti zoom ,” kata Rani yang juga dosen di IPB ini.

Para peserta pembekalan inkubasi bisnis itu merupakan pelaku UMKM dengan berbagi jenis usaha di daerahnya masing masing. Faiqul Ihsan (35) asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengungkapkan terimakasihnya karena berkesempatan mengikuti pembekalan tersebut. Ia mengaku, ilmu mengenai usaha dan bisnis yang dipelajari dalam inkubasi bisnis itu merupakan ilmu baru, dimana sebelumnya ia hanya menggunakan pemasaran secara manual dan keuangannya juga disatukan dengan keuangan keluarga.

“Saya akan menerapkan ilmu yang saya pelajari untuk pengembangan usaha kami,” kata Faiqul yang menggeluti usaha pembuatan cemilan berupa sistik ini.

Hal senada juga diungkapkan Ida Royani (36) asal Kabupaten Tengerang Selatan, yang menggeluti usaha catering  dan Riyani (33) asal Jakarta Utara, yang berusaha bidang jasa photogaraphy. Wanita alumni Universitas Gunadarma yang aktif di LBH Serikat Pekerja Sarbumusi ini mengaku mendapat ilmu usaha dan bisnis sebagai bekal untuk pengembangan usahanya. (R1) 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • JudyClink

    <a href="https://amoxicillinab.com/">amoxicillin for sale</a> <a ...

    View Article
  • Zuversof

    be0031 viagra 50mg cp https://viagrashippingtoday.com/ ...

    View Article
  • JackClink

    [url=https://cymbaltarx.com/]cymbalta tablet[/url] [url=https://ampicillin24.com/]ampicillin ...

    View Article
  • avatar-1

    sof

    cialis fedex https://ciatrusstedonline.com/ - cialis low blood pressure ...

    View Article