Indonesia Ajak ASEAN-OSNET Cegah HIV-AIDS di Tempat Kerja

By Reaksi Nasional 10 Jun 2021, 14:21:52 WIBNasional

Indonesia Ajak ASEAN-OSNET Cegah HIV-AIDS di Tempat Kerja

Keterangan Gambar : Menaker Ida Fauziah.


Oleh Friendly Sianipar

REKASI JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengajak ASEAN-OSNET untuk bersama-sama membangun komitmen terhadap pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS di tempat kerja, terutama di masa pandemi COVID-19.

"Program pencegahan dan pengendalian penyakit di tempat kerja ini harus dilaksanakan dengan baik untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja kita, serta pertumbuhan bisnis," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

Menaker Ida mengatakan hal tersebut pada Workshop Pengembangan Pedoman ASEAN tentang Konseling dan Pengujian HIV di Tempat Kerja dan Workshop Pencegahan dan Pengendalian HIV-AIDS di Tempat Kerja Selama Masa Pandemi Covid-19, Rabu (9/6/2021) di Jakarta.

Ia mengingatkan, jumlah kasus HIV-AIDS meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu, dan data menunjukkan bahwa sebagian besar orang yang terinfeksi berada di usia produktif. Kondisi tersebut membuat HIV-AIDS tidak lagi hanya masalah kesehatan, tetapi juga menimbulkan risiko kesejahteraan sosial ekonomi, khususnya di bidang ketenagakerjaan.

"Kita tahu pekerja memiliki peran utama dalam mendorong roda pembangunan ekonomi dengan menjamin kegiatan produksi tetap berjalan. Namun, pekerja juga merupakan kelompok masyarakat  yang rentan terhadap penularan Covid-19 dan HIV-AIDS," ujarnya.

 Ida  menyampaikan apresiasinya kepada Negara Laos sebagai Ketua ASEAN-OSHNET saat ini atas keberhasilannya dalam mengkoordinasikan kegiatan dan program ASEAN-OSHNET.

Sebagai Ketua ASEAN Labour Ministers Meeting, ia juga mendorong ASEAN-OSHNET untuk secara produktif dan aktif mendukung pengembangan sektor ketenagakerjaan ASEAN dengan kegiatan untuk mencapai tujuan Program Kerja Menteri Tenaga Kerja ASEAN.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Hayani Rumondang, berharap, workshop ini dapat merumuskan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dalam masa pandemi.

Menurut Hayani, agar pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dapat diimplementasikan di tempat kerja, maka diperlukan pengetahuan dan pemahaman, serta sikap seluruh pelaku di tempat kerja. Di antara upaya yang bisa dilakukan adalah dengan konseling dan testing HIV-AIDS di tempat kerja (Voluntary Counseling and Testing (VCT) at workplace).

"Program Voluntary Counseling and Testing di tempat kerja sangat penting dalam upaya memonitor rantai penularan HIV-AIDS agar tidak semakin meluas di masing-masing negara anggota ASEAN, untuk itu perlu disusun pedoman VCT at Workplace di tingkat ASEAN," kata Hayani. (R2)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment