Indonesia - Turki Teken MoU Bidang Ketenagakerjaan

By Reaksi Nasional 02 Sep 2019, 14:23:54 WIBNasional

Indonesia - Turki Teken MoU Bidang Ketenagakerjaan

Keterangan Gambar : Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dengan Menteri Keluarga, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Sosial Turki HE Mrs Zehra Zümrüt Selçuk teken MoU Bidang Ketenagakerjaan


Oleh Friendly Sianipar
REAKSI JAKARTA
– Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat menjalin kerja sama bidang ketenagakerjaan. Kerja sama ini diimplementasikan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dengan Menteri Keluarga, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Sosial Turki H.E. Mrs. Zehra Zümrüt Selçuk di sela-sela G20 Labour and Employment Ministeral Meeting, di sela sela pertemuan G20, di Jepang.

Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan tindak lanjut pertemuan bilateral Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan Presiden Turki H.E. Mr. Recep Tayyip Erdogan di sela-sela pertemuan KTT G20 di Osaka Jepang beberapa waktu lalu.

"Saya mengapresiasi inisiasi pemerintah Turki meningkatkan kerja sama bidang ketenagakerjaan melalui penandatanganan nota kesepahaman ini. Kerja sama ini akan memperetat hubungan antara Turki dan Indonesia khususnya di bidang ketenagakerjaan guna meningkatkan kesejahteraan kedua negara," kata Menaker Hanif Dhakiri dalam rilis Biro Humas Kemnaker, Senin (2/9).

Ia mengatakan, dengan kerja sama itu akan ada peningkatkan kualitas dan kondisi kerja (working life), mengurangi tingkat penganguran, dan mempromosikan pelatihan vokasi sebagai sebuah motor pendorong dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja di kedua negara. Kemduian dapat juga mempercepat strategi pembangunan dalam meningkatkan kapasitas SDM Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur baik secara fisik maupun mental.

“Nota kesepahaman ini juga diharapkan dapat mempercepat proses pengakuan kompetensi SDM Indonesia di pasar kerja Eropa. Turki dapat menjadi awal dan pintu masuk. Ketika pengakuan kompetensi SDM Indonesia ini sudah dilakukan maka akan lebih banyak TKI terampil Indonesia menembus pasar kerja di kawasan Eropa," tutup Hanif.

Hanif menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama Pemerintah Indonesia-Turki yang bersama-sama menyuarakan pentingnya pemberdayaan kaum muda dan peningkatan kesempatan untuk masuk dunia kerja sebagai respon terhadap digitalisasi dan future of work dalam forum-forum internasional seperti G20 ini.

"Dengan terus menjalin kerja sama yang baik, kita dapat saling berbagi pemikiran dan pengalaman terbaik mengatasi tantangan dunia kerja di era ekonomi digital, menemukan ide atau pandangan inovatif yang dapat digunakan sebagai rujukan dalam mempersiapkan kebijakan ketenagakerjaan yang dapat mendukung upaya untuk mengurangi pengangguran muda di kedua negara," kata Hanif.

Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri mengatakan, ada lima cakupan kerja sama yang tertuang dalam nota kesepahaman itu, yakni hubungan ketenagakerjaan; hukum, kebijakan, standar dan praktik ketenagakerjaan; pengembangan SDM; keselamatan dan kesehatan kerja (K3); dan pencegahan pekerja migran unprosedural.

Putri menambahkan cakupan kerja sama itu diimplementasikan dalam bentuk kegiatan berupa pertukaran informasi, dokumen, pengalaman, dan praktik terbaik; pertukaran kunjungan oleh para ahli dan otoritas; partisipasi dalam program dan acara seperti seminar, konferensi, lokakarya yang diselenggarakan oleh satu pihak; projek bersama; dan aktivita, lain yang relevan.

Kartu Pra Kerja

Dalam pertemuan itu, Hanif juga memperkenalkan Kartu Pra Kerja (KPK) kepada seluruh anggota G20. Hanif menganggap dan sekaligus menilai kartu tersebut merupakan suatu kemudahan yang diberikan kepada pencari kerja, fresh graduate, dan korban PHK sebagai dampak dari digital ekonomi dan revolusi industri di tempat kerja.

Masyarakat yang mendapat kartu itu akan mendapat fasilitas pelatihan untuk meningkatkan keterampilan atau alih keterampilan dan akan mendapat insentif setelah mengikuti pelatihan kerja.

“Para pemegang kartu ini, akan diberikan hak untuk mengakses pelatihan kerja secara gratis di Balai Latihan Kerja,” katanya

Penguatan kompetensi SDM, katanya akan menjadi strategi yang diterapkan Pemerintah Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan. Jadi, kartu yang di dalamnya memberikan pelatihan kerja, itu merupakan salah satu strategi peningkatan kompetensi.

Ia juga menjelaskan upaya peningkatan kompetensi SDM, khususnya pekerja muda, antara lain kebijakan pelatihan berbasis kompetensi yang inklusif atau tidak mempersyaratkan (batasan) usia maupun latar belakang pendidikan, revitalisasi BLK, pelatihan softskill di BLK guna mengantisipasi pekerjaan-pekerjaan baru di era Revolusi Industri 4.0, serta program pemagangan berbasis jabatan.

“Dengan upaya-upaya ini diharapkan anak muda Indonesia dapat berpartisipasi dan mempunyai kemampuan yang mempuni dalam memberikan respon atas perubahan pekerjaan di masa depan,” pungkasnya. (R1)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • prescription meds without the prescription

    <a href="http://canadianpharmaciesoffer.com/">no 1 canadian pharcharmy ...

    View Article
  • khosim

    Have you ever considered about including a little bit more than just your ...

    View Article
  • Cindygocoego

    cialis 20 mg <a href="http://canadianpha.com">cialis canadian ...

    View Article
  • Cindygocoego

    cialis 20 mg <a href="http://canadianpha.com">cialis canadian ...

    View Article