Ikhwan Fauzi Saat Reses Terima Aspirasi Soal Kesra

By Reaksi Nasional 21 Feb 2019, 12:51:21 WIBJabar dan Banten

Ikhwan Fauzi Saat Reses Terima Aspirasi Soal Kesra

Keterangan Gambar :


Oleh Ferry Ardiansyah & Herry Juhana

REAKSI BANDUNG - Wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi Jabar melaksanakan reses sebagaimana diamanatkan dalam UU MD3 untuk menyerap aspirasi konstituen di daerah pemilihannya .Salah satunya anggota DPRD Provinsi Jabar dari daerah pemilihan Bandung-Cimahi, Ikhwan Fauzi.

Menurut politisi PDIP ini, ia mendapatkan beberapa masukan persoalan yang berkaitan dengan urusan  kesra  seperti  pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan serta sosial yang jadi bidang garapannya sebagai anggota Komisi V DPRD Prov Jabar.

Lebih lanjut dikatakan pria berkacamata ini, kemarin saat reses banyak aspirasi yang diterima dari konstituennya, di RT 06 RW 7 Kampung Cimaung, Kelurahan Tamansari. Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. 

“Pada intinya kita menjelaskan kepada warga bahwa Komisi V yang membidangi pendidikan kesehatan dan tenagakerja, sosial, sehingga yang harus saya beritahukan yang paling dekat adalah PPDB. Iitu jadi titik krusial tiap tahun,” terang Ikhwan, Kamis (21/2).

Dijelaskannya, sekarang ini sistem PPDB berubah, sistem zonasi dan sebelumnya ada beberapa kriteria, tapi sekarang kriterianya jadi sempit.

“Sehingga dengan zonasi akan terjadi konflik inilah yang perlu kita jelaskan kepada warga kita. Untuk menjelaskan, sosialisasi ini penting bagi warga karena setiap tahun sistem terus berubah, ketika sistem itu berubah yang perlu adalah diseminasi informasi yang harus sampai kepada mereka. Itu yang penting,” kata Ikhwan.

Politisi senior partai berlambang banteng moncong putih ini juga mengungkapkan kepada warga, kenapa SMA lebih banyak diserap tenaga kerjanya dari SMK, sehingga kita berpikir ulang. Karena orang masuk SMK kan ingin kerja, tetapi  kelihatannya SMA yang banyak diterima kerja.

Kemudian juga masalah kesehatan. Ketika saat ini rumah sakit sering penuh dengan pasien, dia berharap supaya masyarakat menyadari, jangan sakit sedikit ke rumh sakit, karena sejak ada BPJS orang sakit sedikit aja pingin ke rumah sakit.

Bukan euforia tetapi jadi semacam sakit sosial karena pelayanan gratis ini. Menurutnya penting bahwa mekanisme untuk berobat ini mereka ketahui harus ke puskesmas, ada chanel chanel lain yang harus dilewati dulu.

Kerugian BPJS ini dari Rp4 triliun pada awalnya sekarang kerugiannya sudah ke Rp10 triliun. “Kalau jadi deret ukur nanti Rp14 trilun terus Rp18 triliun, terus bensin disubsidi. Lalu apalagi yang mau disubsidi.  Ini bagaimana kalau semua dibayarin negara terus,  kan bangkrut negara ini? Kapan membangun negara kalau ngutang terus. Ini kan problem,” pungkas dokter jebolan UNPAD ini. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • gajjosk

    ??????? ?? ??????????!!!!! ...

    View Article
  • Indocommco

    Ya benar sekali SDM kita masih kurang mengenal perkembangan teknologi, bahkan masih ...

    View Article
  • toko bunga Jakarta

    Tanaman hias di sepanjang jalan di Jakarta jika sudah masuk musim kemarau menjadi ...

    View Article
  • Konsultan Pajak

    Biasanya penunggak itu malas bayar atau gak tahu cara hitungnya, lebih baik dateng ...

    View Article