Hasto Minta Pembakar Bendera PDI Perjuangan Diproses Hukum
Ada Pihak Sengaja Memancing di Air Keruh

By Reaksi Nasional 25 Jun 2020, 14:06:23 WIBNasional

Hasto Minta Pembakar Bendera PDI Perjuangan Diproses Hukum

Keterangan Gambar :  Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDI Perjuangan.


 

 

 

 

 

Oleh Charles Panjaitan

REAKSI CIKARANG - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan meminta agar pihak yang melakukan pembakaran bendera PDI Perjuangan bisa di proses hukum. Sebab, Negara Indonesia merupakan negara hukum, sehingga siapapun yang melanggar hukum bisa di proses sesuai hukum yang berlaku.

PDI Perjuangan juga menilai, ada pihak-pihak yang sengaja memancing di air keruh. Padahal rakyat Indonesia tidak bisa di adu domba. Apalagi PDI Perjuangan merupakan partai yang mengakar di akar rumput.

"PDI Perjuangan meminta pembakar bendera PDI Perjuangan di prosea hukum," kata Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDI Perjuangan.

Hasto mengungkapkan, pihak PDI Perjuangan sangat menyesalkan aksi provokasi yang dilakukan dengan membakar bendera Partai. PDI Perjuangan ini Partai Militan, kami punya kekuatan grass-roots, dan kekuatan ini kami dedikasikan sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara.

Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi dengan membakar bendera Partai, kami percaya rakyat tidak akan mudah terprovokasi.

"PDI Perjuangan merupakan in partai militan. Meskipun ada aksi propokasi dengan membakar bensera parta, rakyat tidak akan mudah terprovokasi," kata Hasto.

Dalam pers releaseinya, Hasto juga mengatakan, seluruh kekuatan Partai saat ini fokus pada upaya membantu rakyat di dalam melawan Pandemi Covid-19.

"Presiden, wapres dan seluruh jajaran kabinet didukung oleh seluruh kader PDI Perjuangan yang antara lain terdiri dari 128 anggota DPR RI, 18 Ketua DPRD, 416 anggota DPRD Provinsi, 3232 anggota DPRD Kab kota dan 237 kepala daerah dan wakil kepala daerah serta 1,43 juta pengurus Partai, menyatu dengan rakyat, memerangi Covid-19 dengan seluruh dampaknya secara sosial dan ekonomi. Itulah skala prioritas kita bersama," ungkapnya.

Ditambahkan Hasto, karena itulah mereka yang telah membakar bendera Partai, PDI Perjuangan dengan tegas menempuh jalan hukum. Dan hal itu pernah juga dilakukan PDI Perjuangan pada tahun 1996.

“Jalan hukum inilah yang dilakukan oleh PDI pada tahun 1996, ketika pemerintahan yang otoriter mematikan demokrasi,” beber Hasto.

Adapun berkaitan dengan proses Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila, sikap PDI Perjuangan sejak awal kami tegaskan bahwa Partai mendengarkan aspirasi tsb dan terus kedepankan dialog.

“Rancangan Undang-undang selalu terbuka terhadap koreksi dan perubahan, agar seirama dengan suasana kebatinan rakyat. Jadi sebaiknya semua menahan diri dan menghindarkan dari berbagai bentuk provokasi," bebernya.

Diungkapkan Hasto, Indonesia adalah negara besar yang begitu beragam. Dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas hingga ke Rote sangat majemuk. Kita bersatu karena Pancasila. Kita harus belajar dari konflik di Suriah, Yaman, Libya dll. Rakyat di negara-negara tersebut akhirnya menjadi korban.

Indonesia memiliki nilai luhur untuk bermusyawarah, jadi itulah yang harusnya kita kedepankan. Untuk itu mari kedepankan proses hukum dan seluruh kader-kader PDI Perjuangan diinstruksikan agar tidak terprovokasi. (R1)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment