GMBI Minta Bupati Cirebon dan DPRD Segera Usut Dugaan Mafia Program BPNT

By Reaksi Nasional 20 Nov 2020, 12:56:13 WIBJabar dan Banten

GMBI Minta Bupati Cirebon dan DPRD Segera Usut Dugaan Mafia Program BPNT

Keterangan Gambar :  Ketua LSM GMBI Distrik Cirebon Raya, Maman Kurtubi


Oleh Hafidzudin

            REAKSI CIREBON - Terkait persoalan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Cirebon kini ramai diperbincangkan baik dari kalangan masyarakat maupun para pejabat, pasalnya program tersebut diduga semrawut karena diduga ada monopoli dari pihak suplayer. Bahkan Bupati Cirebon pun akan menindak tegas, apabila ada suplayer yang melakukan monopli terhadap bantuan program BPNT dari pemerintah tersebut.

            Menyikapi persoalan dugaan suplayer yang melakukan monopoli tersebut, Ketua LSM GMBI Distrik Cirebon Raya, Maman Kurtubi mengatakan, ada sekitar 230 ribu Keluarga Penerima Manfaat program BPNT di Kabupaten Cirebon. dari jumlah tersebut, menurutnya dalam pelaksanaan realisasinya pasti membutuhkan suplayer yang besar, sehingga berpotensi bisnis tersebut dimanfaatkan oleh sebagian pihak sebagai ladang emas yang menggiurkan, paslnya program tersebut, diadakan secara rutin setiap bulannya dengan jumlah penerima bantuan yang cukup besar.

            "Progam BPNT ini bentuknya kan sembako, pasti ada pengadaan yang dilakukan oleh e-waroeng sebagai penyalur bantuan. Sehingga peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh mafia pengadaan sembako BPNT. Alhasil dugaan monopolinya dirasa sangat kental sekali karena hanya barang dari mereka saja yang bisa terserap dan GMBI menduga dalam pelaksanaannya, diduga kuat akan KKN di dalamnya. Apalagi seluruh desa di Kabupaten Cirebon informasinya kepala desa banyak yang menjadi e-waroeng dalam program BPNT tersebut, apakah aturannya ada," jelasnya, Jumat (20/11/20).

            Ditambahkannya, komoditi yang diduga di monopoli oleh mafia BPNT salah satunya kebutuhan beras oleh e-waroeng. Jadi di program PBNT ini masing-masing KPM itu menerima bantuan dalam bentuk uang senilai Rp 200 ribu yang dapat diambil melalui ATM di Bank yang sudah ditunjuk, agar uang tersebut dapat diambil para penerima bantuan tersebut, harus menukar uanganya dengan sembako di e-waroeng yang ada di desanya. Sedangkan paket sembakonya itu sendiri isinya berupa beras, telor, daging, serta buah-buahan. "GMBI Disitrik Cirebon Raya siap akan mengawal serta akan memantau perjalanan program bantuan BPNT yang diduga ada permainan monopoli dari suplayer, jika memang ada temuan GMBI akan melaporkan permasalahan ini kepada APH," ungkapnya.

            Diungkapakan Maman, hampir mayoritas kebutuhan beras untuk program tersebut tidak kurang dari 10 ton per kecamatan. Sehingga bisa dipastikan ada keuntungan besar oleh mafia suplayer pengadaan beras BPNT itu. Berdasarkan hasil investigasi GMBI, diduga ada dua mafia besar yang mempunyai peranan kuat dalam pengaturan suplay komoditi beras dalam program tersebut. Inisialnya diduga adalah A dan D, pasalnya dari investigasi tim GMBI semua komditas beras diduga merekalah yang menyuplai komoditi berasnya. Sehingga, GMBI menduga ada praktek KKN di dalamnya supaya aman dan lancar.

Berdasarkan hal tersebut, GMBI mendesak Bupati dan komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon untuk segera membongkar dugaan permainan dari para mafia pengadaan sembako dalam program BPNT di Kabupaten Cirebon. Selain itu, diharapkan Pemkab Cirebon membuka posko pengaduan bagi masyarakat terkait program bantuan BPNT tersebut, karena tidak sedikit KPM yang merasa dibohongi serta diintimidasi oleh oknum yang terlibat dalam pelaksanaan penyaluran program BPNT. (R1)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment