Dunia Bakal Legitimasi Sertifikat Kompetensi Indonesia

By Reaksi Nasional 18 Nov 2020, 14:21:46 WIBNasional

Dunia Bakal Legitimasi Sertifikat Kompetensi Indonesia

Keterangan Gambar : Kepala BNSP Kunjung Masehat mendampingi Menaker Ida Fauziah menyerahkan sertifikasi kompetensi kerja kepada LSP Kesehatan Indonesia, Housekeeper, Batik, Musik Indonesia, K3 Oshe Indonesia dan PD Lintas Benua.


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA –  Sertifikasi kompetensi penting dimiliki calon tenaga kerja karena hal itu meligitimasi bidang profesi untuk peningkatan daya saing pekerja. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang mengeluarkan sertifikat kompetensi itu berusaha agar dunia internasional mengakui sertifikasi tersebut sehingga pekerja Indonesia dapat bekerja di dunia internasional.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan, peran BNSP dalam proses pengakuan kompetensi tenaga kerja sangat penting. BNSP dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) serta stakeholders lainnya harus mampu merespon setiap perkembangan pada dunia industri.

“Sertifikasi kompetensi kerja ini sangat penting melegitimasi  profesi tenaga kerja. Dengan sertikasi itu maka pekerja Indonesia akan mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Jadi saya ingatkan, jangan main-main dengan proses sertifikasi karena hal ini akan menentukan daya saing tenaga kerja kita di pasar global,” kata Ida saat menghadiri Rapat Kordinasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)  dengan tajuk "Sertifikasi Sebagai  Jaminan Mutu Tenaga Kerja Kompeten" di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 2018 tentang BNSP, tugas utamanya adalah melaksanakan sistem sertifikasi kompetensi kerja yang dilaksanakan LSP. Hingga 2020, ada 1.711 LSP yang mendapat lisensi dari BNSP. Terkait itu, Ida mengatakan, kondisi sertifikasi yang sudah berjalan saat ini masih memiliki tantangan. 

"Untuk menghadapi tantangan itu harus ada perbaikan, harmonisasi, pengembangan sistem dan pengakuan kompetensi sebagai target kinerja ke depan, terutama adanya pengakuan kompetensi dari dunia internasional," ujar Ida.

Ia menyebutkan, menyelenggarakan proses sertifikasi kompetensi merupakan pekerjaan besar dan bukan hal yang remeh. Oleh karena itu, LSP sebagai ujung tombak menjalankan sertifikasi kompetensi tenaga kerja harus mampu adil dan bekerja profesional.

"Integritas LSP yang mendapat lisensi dari BNSP harus dijaga dan pernyataan kompeten yang diberikan kepada tenaga kerja harus sesuai dengan fakta. Sebab pernyataan kompeten itu menjadi tanggung jawab besar LSP dan BNSP, " kata Ida mengingatkan.

Ketua BNSP, Kunjung Masehat mengatakan, selain sarana meningkatkan daya saing, sertikasi kompetensi itu juga dapat digunakan sebagai sarana meningkatkan penghargaan industri pada tenaga kerja dengan kualifikasi kompetensi tertentu.

Kemudian, kata Kunjung melanjutkan, sistem sertifikasi kompetensi ini juga dapat digunakan untuk acuan kebijaksanaan pengembangan kompetensi tenaga kerja dan pertimbangan penyusunan rencana strategis pengembangan industri di Indonesia, sehingga dapat memperkecil atau menghilangkan jarak dan ketidak sesuaian antara tenaga kerja dengan industri, dunia usaha dan dunia kerja.

Menaker Ida dalam kesempatan itu menyerahkan secara simbolis sertifikasi kompetensi kerja kepada LSP Kesehatan Indonesia, Housekeeper, Batik, Musik Indonesia, K3 Oshe Indonesia dan PD Lintas Benua.

"Dengan sertifikat kompetensi ini, saya bisa berkompetisi dengan musisi tanah air. Jadi  tidak ada ruginya ikut sertifikasi agar pekerjaan kita dinilai secara profesional dan lebih dihargai," kata Badai, musisi "Kerispatih" yang mendapatkan sertifikasi musisi. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment