DPRD Berharap Penyaluran Bansos Jabar Tahap 3 Tepat Sasaran

By Reaksi Nasional 15 Okt 2020, 12:57:08 WIBJabar dan Banten

DPRD Berharap Penyaluran Bansos Jabar Tahap 3 Tepat Sasaran

Keterangan Gambar : Drs. Toni Setiawan


Oleh Ferry Ardiansyah

REAKSI  BANDUNG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mulai menyalurkan bantuan sosial (Bansos) tahap tiga untuk 1,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada Rabu 14 Oktober 2020 kemarin.

Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat  yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (kesra) berharap penyaluran bansos pemprov Jabar tahap 3 ini tepat sasaran,demukian hal tersebut di ungkapkan Drs. Toni Setiawan Anggota komisi V dari Fraksi Partai Demokrat .

“Semoga bansos tahap 3 kali ini bisa tepat sasaran, jangan sampai seperti yang lalu-lalu banyak yang tidak tepat sasaran”, kata legislator partai berlambang bintang merzy ini kepada media di Bandung Kamis 15 Oktober 2020.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk melakukan penyaluran tahap 3 ini untuk meminimalisir kesalahan. “Yang menerima mudah-mudahan bermanfaat, dan saya minta juga pengawasan dari masyarakat untuk penyaluran tahap 3 ini, mudah-mudahan erornya nggak sebanyak yang lalu”, katanya.

Lebih lanjut Toni mengatakan, jika menemukan masalah dalam penyaluran bansos ini, warga diminta untuk segara melaporkan persoalan penyaluran bansos ini.  “Kalau ada masalah dalam penyaluran bansos ini masyarakat harus segera melaporkan agar tidak terjadi penyimpangan”, pungkas wakil rakyat daerah pemilihan( dapil) Jabar II Kabupaten Bandung ini.

Seperti diketahui,penyaluran bansos tahap 3 ini melibatkan PT Jabar Agro sebagai salah satu BUMD milik Pemprov. Hal ini merupakan bukti bahwa program pembangunan di Jabar yang salah satunya mengedepankan kolaborasi sudah terwujud,

Bansos tahap 3 ini ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2020. Artinya ada waktu dua pekan untuk penyaluran, pada pekan pertama, selain pendistribusian, juga dilakukan pengemasan bansos untuk persiapan pekan kedua.

Pada bansos tahap 3 ini ada perbedaan dari segi jumlah bantuan, namun secara total nominal masih sama yaitu Rp500 ribu per KPM. Perbedaannya yaitu, kini bantuan berbentuk uang tunai sebesar Rp250 ribu dan berupa sembako senilai Rp250 ribu. (R1)
 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment