Dirjen Binalattas Kemnaker: LPK Harus Kredibel

By Reaksi Nasional 20 Feb 2018, 14:56:03 WIBNasional

Dirjen Binalattas Kemnaker: LPK Harus Kredibel

Keterangan Gambar : Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA - Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Bambang Satrio Lelono meminta Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK) dan Komite Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (KA-LPK) membangun Sistem Akreditasi Berbasis Mutu. Pasalnya, kredibel atau tidaknya sebuah LPK ditentukan oleh sistem akreditasi.

"Salah satu syarat agar pelatihan kerja ini bermutu, maka harus memiliki LPK yang kredibel. LA-LPK dan KA-LPK sebagai penjamin mutu LPK pemerintah dan LPK swasta harus memiliki sistem akreditasi yang baik," kata Dirjen Bambang saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) LA-LPK dan KA-LPK di Jakarta, kemarin.

Dalam Rakor yang bertajuk "Integritas dan Profesionalisme LA-LPK dan KA-LPK Dalam Pelaksanaan Akreditasi Sebagai Jaminan LPK Berkualitas dan SDM Berdaya Saing Global" ini, dihadiri Ketua dan Sekretaris KA-LPK dari 32 provinsi dan pengurus LA-LPK.

Bambang mengatakan, LA-LPK dan KA-LPK perlu membangun Sistem Akreditasi Berbasis Mutu dengan indikator kinerja (output) yang dapat diukur dan memberikan manfaat (outcome) bagi pengguna jasa pelatihan.

"Dengan penjaminan mutu ini diharapkan tumbuh budaya mutu, mulai dari menetapkan standar, melaksanakan standar, mengevaluasi standar, dan secara berkelanjutan meningkatkan standar," ujar dia.

Menurutnya, penyelenggaraan Rakor ini penting untuk mengevaluasi kegiatan akreditasi dan membuat Program Kerja LA-LPK dan KA-LPK tahun mendatang.

"Saya berharap agar lembaga akreditasi ini benar-benar menjadi lembaga yang independen dalam melaksanakan tugas dan fungsi akreditasi. Hal ini penting mengingat  lembaga akreditasi sebagai lembaga penjamin mutu kompetensi seseorang," tuturnya.

Salah satu subsistem Sistem Pelatihan Kerja Nasional (Sislatkernas) yang sangat penting peranannya, kata Bambang, untuk penjaminan mutu dan kredibilitas LPK, adalah LA-LPK yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 34 Tahun 2016 tentang Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja.

"Mengingat pentingnya peran LA-LPK dalam sistem pelatihan kerja nasional, maka peran, tugas, dan kapasitas LA-LPK baik secara kelembagaan maupun fungsi perlu dioptimalkan. Untuk itu, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dari kita semua agar peran dan eksistensi LA-LPK benar-benar diakui oleh stakeholder," ucapnya.

Sebagai informasi, ada delapan aspek yang dinilai oleh LA-LPK terkait kredibel atau tidaknya sebuah LPK. Delapan aspek tersebut, adalah kompetensi kerja, kurikulum, materi pelatihan, manajemen atau tata kelola LPK, instruktur dan tenaga pelatihan, sarana dan prasarana, administrasi keuangan, serta asesmen. ***



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • uguhozamevo

    http://theprettyguineapig.com/amoxicillin/ - Amoxicillin <a ...

    View Article
  • eyusoxax

    http://theprettyguineapig.com/amoxicillin/ - Amoxicillin Online <a ...

    View Article
  • buy fake degree

    Wonderful website. A lot of helpful info here. I am sending it to a few pals ans ...

    View Article
  • camo polar fleece fabric

    Thanks for every other informative site. Where else could I get that type of info ...

    View Article