Dinilai Gagal Total, Ketum dan Sekjen Golkar Diminta Mundur

By Reaksi Nasional 22 Mei 2019, 14:10:42 WIBNasional

Dinilai Gagal Total, Ketum dan Sekjen Golkar  Diminta Mundur

Keterangan Gambar : Azis Samual


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Kepemimpinan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto dinilai gagal karena tidak berhasil mencapai target dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Semula, Golkar menargetkan 110 kursi di DPR RI, namun hanya mampu memperoleh 85 kursi.

Menyikapi itu, Mantan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Timur Azis Samual mengatakan, Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk Freidrich Paulus harus bertanggung jawab dan sepatutnya mundur dari jabatannya, mengemuka.

"Target di awal Golkar harus mencapai 110 kursi di DPR RI. Tapi ini jauh, kami hanya duduk di posisi ketiga dan ini tak semestinya terjadi. Artinya Airlangga sebagai Ketua Umum gagal dan sepatutnya dia bertanggung jawab dan harus mundur," kata Azis Samual dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/5).

Ia juga menilai, Sekjen Lodewijk tak cakap. Mantan Plt Ketua DPD I Golkar Papua itu mengatakan, keduanya harusnya bisa membawa partai ke tujuan namun ternyata rusak di tengah jalan.

“Akibat kerusakan itu partai menjadi bobrok dan suaranya jauh dari harapan,” kata Azis  dengan sambil mengajak seluruh DPD tingkat I dan II di seluruh Indonesia untuk bergerak meminta Munas Golkar dipercepat.

Azis menganggap marwah partai yang besar ini sudah dipermalukan oleh Ketua Umum. Untuk itu, ia mengajak dan sekaligus meminta agar seluruh DPD bangkit dan berbenah untuk meminta Munas dipercepat, selambat-lambatnya akhir Juli.

Sesuai hasil rekapitulasi Pemilu 2019  Partai Golkar hanya ada di posisi ketiga dengan perolehan suara sebesar 12,31 persen atau setara 17.229.789 suara. "Targetnya 18 persen, ini malah berkurang dan jauh dari target. Sudah jelas Airlangga dan Sekjennya gagal total," katanya.

Airlangga sendiri awalnya optimistis Golkar bakal bisa menempel dan bersaing dengan PDIP berebut juara Pileg. Apa daya, Golkar di bawah nakhodanya ternyata bersaing dengan Gerindra saja kesulitan sehingga tak bisa menjadi runner up Pileg 2019.

Jangankan menyamai capaian pada 2014 lalu, untuk mengejar capaian hasil survey saat Setya Novanto memimpin yang diprediksi dapat 16 persen, nyatanya tak mampu dan hanya dapat 12,31 persen.

Sebagai perbandingan jumlah kursi yang didapatkan Golkar pada 2014 lalu mencapai 91 kursi. Namun, pada 2019 yang jumlah total kursi keseluruhan bertambah dari 560 menjadi 575, Golkar hanya dapat 85.

"Logikanya harus bertambah, jumlah kursi nasional saja nambah, ini malah turun. Ketua Umum tak mampu ini artinya," tegas dia.

Jumlah kursi Golkar di empat Pemilu terakhir 2004: 127 kursi, 2009: 105 kursi 2014:   91 kursi dan 2019:   85 kursi. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • dielihito

    lara world trav escort paris https://futurethought.info/11541.html acheter verre sake ...

    View Article
  • mexican pharmacies shipping to usa

    <a href="http://canadianonlinepharmacyoffer.com/"&g t;canadian online ...

    View Article
  • international pharmacies that ship to the usa

    <a href="http://canadianonlinepharmacyneo.com/"> top rated online canadian ...

    View Article
  • Best alternatives to Plus500

    Hello there! Do you know if they make any plugins to safeguard against ...

    View Article