Diduga Penyidik Masuk Angin, Wakapolres Turun Tangan

By Reaksi Nasional 07 Feb 2018, 10:00:27 WIBNasional

Diduga Penyidik Masuk Angin,  Wakapolres Turun Tangan

Keterangan Gambar : ilustrasi


REAKSI BEKASI - Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Wijonarko tengah menyiapkan hasil dari gelar perkara Laporan Polisi: LP/ 264/ K/ III/ 2017/ SPKT/ Restro Bekasi Kota, tanggal 27 Maret 2017.

Hal itu diungkapkan Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari, Selasa (6/2). Hal itu dikemukakannya terkait adanya penyidik yang dianggap lalai karena sempat ingin menghentikan penanganan hukum pasal 263 KUHP sebagai delik murni. Bahkan, penyidik itu terkesan ada keberpihakan dan hingga saat ini belum menahan tersangka.

Dalam LP tersebut, korban Ny. Dariatmaja diwakili kuasa hukumnya Mahfud SH melaporkan Asep Maulana (oknum pegawai BPN) dan Jamal (ahli waris H Ukar Endang) dengan dugaan tindak pidana memasukkan keterangan palsu ke dalam akta jual beli No.5369/Ag.204/L/1983 tanggal 04 Nopember 1983 di depan PPAT Camat Lasmana BA dan atau membuat surat palsu kohir No.869 persil no.3D.I atas sebidang tanah 13.000M2 yang berada di Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara (dulu Bekasi Selatan), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 Jo 266 KUH Pidana.

“Sekarang sudah di tangan pak Wakapolres, beliau sedang mempelajari dan menyiapkan hasil dari gelar perkaranya. Kita tunggu aja hasilnya,” kata Erna.

Erna juga mengungkapkan, setelah hasil dari gelar perkara itu, nanti pihak kepolisan akan langsung memberikan ke kejaksaan.

”Barusan saya komunikasi sama Kanit Harbang, jadi memang sekarang sudah ditangani Wakapolres. Yah, kalau  nanti dari pihak kejaksaan bilang data dan buktinya sudah lengkap, yah si tersangka mungkin langsung ditahan,” ucap Erna.

Sementara itu, Mahfud selaku pelapor dari kuasa korban sangat menyayangkan ketidak koperatifan Kanit Harbang Polresro Bekasi Kota tersebut. Sebab, kata dia, berdasarkan hasil penyelidikan telah jelas dasar Sertifikat Hak Milik No. 131 tanggal 7 November 1971, luas 20.680 M2 atas nama D. Santono tercatat di BPN hingga saat ini.

Sebaliknya, kata Mahfud, berdasarkan penyelidikan telah terbukti akta jual beli No.5369/Ag.204/L/1983 tanggal 04 Nopember 1983 atas nama H Ukar Endang dengan Kohir No.869 persil no.3D.I atas sebidang tanah 13.000M2 yang berada di Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara (dulu Bekasi Selatan), tidak ada tercatat. Karena itu, dia mengatakan itu adalah surat palsu. 

“Bagaimana bisa akta jual beli No.5369/Ag.204/L/1983 tanggal 04 Nopember 1983 atas nama H Ukar Endang dengan Kohir No.869 persil no.3D.I atas sebidang tanah 13.000M2 bisa lahir dari pecahan H. Asmat bin Sabekhi  pada tahun 1983. Sedangkan, H. Asmat bin Sabekhi sudah meninggal dunia pada tahun 1978,” katanya.

Bahkan, menurut dia, SHM No. 131 telah dua kali berproses administrasi, setelah atas nama H. Asmat bin Sabekhi  yaitu, proses administrasi balik nama dari H. Asmat bin Sabekhi  ke lima orang ahli waris. Kemudian berproses kembali dari atas nama lima orang ahli waris H. Asmat bin Sabekhi menjadi atas nama D. Santono.

Namun, kata Mahfud, meski fakta dan bukti cukup jelas dan terang-benderang, penyidik  malah belum juga menahan terlapor. Menurutnya, penyidik Harbang Polrestro Bekasi Kota terkesan memihak semacam melemahkan dan justru sebaliknya lebih mengunggulkan bukti yang dimiliki terlapor yang nyata-nyata palsu.

Pakar Hukum Pidana, Dr Alfitra yang juga menjabat sebagai  Direktur LBH UIN Jakarta menerangkan, delik aduan apabila sudah masuk bisa dicabut. Dia memberikan contoh kasus pencemaran nama baik, pencurian, penghinaan dan lainnya.

“Tapi kalau delik murni tidak bisa dicabut, seperti pasal 263 KUHP tidak bisa dicabut,” kata Alfitra melalui telepon saluler.

Apabila penyidik memberhentikan delik murni, kata Alfitra, itu merupakan pelanggaran dan pihak yang merasa di rugikan langsung lapor aja penyidiknya ke  Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Sebab, tidak alasan penyidik itu untuk menghentikan dalam perkara pidana, kalau berhubungan dengan delik umum atau delik murni.

Terpisah, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kecamatan Bekasi Selatan Sasmita mengatakan,  bahwa sesuai data di Bekasi Selatan kalau  akta jual beli No.5369/Ag.204/L/1983 tanggal 04 Nopember 1983 tidak ada tercatat atas nama H Ukar Endang. Sasmita pun mengaku, jika dirinya dengan camat dan pihak Kecamatan Bekasi Utara sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polrestro Bekasi Kota dan menjawab secara tertulis suratnya.

“Jadi akta jual beli No.5369/Ag.204/L/1983 tanggal 04 Nopember 1983 itu atas nama orang lain, bukan nama H Ukar Endang. Kita udah diperiksa Polrestro Bekasi Kota dan jawab suratnya secara tertulis,” kata Sasmita. (rob)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • uguhozamevo

    http://theprettyguineapig.com/amoxicillin/ - Amoxicillin <a ...

    View Article
  • eyusoxax

    http://theprettyguineapig.com/amoxicillin/ - Amoxicillin Online <a ...

    View Article
  • buy fake degree

    Wonderful website. A lot of helpful info here. I am sending it to a few pals ans ...

    View Article
  • camo polar fleece fabric

    Thanks for every other informative site. Where else could I get that type of info ...

    View Article