Catatan DPRD Jabar di Akhir Masa Kepemimpinan Aher dan Demiz

By Reaksi Nasional 25 Apr 2018, 14:54:20 WIBJabar dan Banten

Catatan DPRD Jabar di Akhir Masa Kepemimpinan Aher dan Demiz

Keterangan Gambar : Gatot Tjahyono


Oleh Ferry Ardiansyah

REAKSI BANDUNG - DPRD Jawa Barat (Jabar) mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan yang diberikan pemerintah pusat.

DPRD Jabar juga mengapresiasi pencapaian enam kali Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih Provinsi Jabar serta penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha sebagai penghargaan tertinggi dalam pembangunan di Indonesia yang akan dianugerahkan oleh Presiden RI Joko Widodo, Rabu (25/4/2018).

Meski begitu, DPRD Jabar juga mencatat beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemimpin daerah yang akan datang.

"Panitia Khusus (Pansus) mendapat informasi yang kurang atau belum baik yang dijadikan catatan dan rekomendasi ke depan," kata Ketua Pansus Gatot Tjahyono usai Rapat Kerja Pansus I terkait LKPJ Tahun Anggaran (TA) 2017 dan Akhir Masa Jabatan Gubernur Jawa Barat 2013-2018 (Ahmad Heryawan/Aher dan Deddy Mizwar/Demiz) di Ruang Rapat Banmus Gedung DPRD Provinsi Jabar, Kota Bandung.

Menurut Gatot, beberapa permasalahan di antaranya persoalan kemiskinan yang masih tinggi sekitar 7,8  persen, angka penganguran yang juga tinggi mencapai 8,9 persen dari penganggur potensial terbuka.

Dikatakannya, persoalan perizinan yang masih banyak persoalan, masalah penegakan hukum di area kawasan lindung, persoalan cetak sawah baru yang tidak terealisir, kualitas wirausaha belum sesuai harapan sebagai wirausaha muda yang baik.

"Masalah lainnya, adalah penataan aset yang perlu terus dit ingkatkan serta Bandara Kertajati perlu dijaga dari pengelolaan pihak lain yang bisa merugikan Jabar, untuk itu peran BIJB sebagai BUMD kita perlu diperkuat," tuturnya.

Menurutnya, kinerja Bank Jabar Banten (BJB)  yang cukup baik dengan aset mencapai Rp110 triliun pada tahun ini harus dijaga Ratio. Capital Adequacy Ratio (CAR) dan dikendalikan Non Performing Loan (NPL)-nya, sehingga bisa masuk 10 besar bank di Indonesia.

Selain itu imbuhnya, isu negatif terkait BJB Syariah sebagai anak perusahaan harus segera diselesaikan termasuk BJB tower yang masih bergulir di pengadilan.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, BUMD yang baik dilihat dari performance kinerja, seperti BJB, PT Jasa Sarana, PT Hulu Migas, PT TGR, dan PT Jamkrida harus dijaga ditambah modal karena ada tugas dan kepentingan Jabar seperti terkait jalan tol, persampahan regional, bandara, pelabuhan laut, energi listrik yang perlu investasi jangka panjang.

"Pembenahan BUMD ini saya rasa menjadi pekerjaan rumah gubernur baru, BUMD yang sudah telanjur tidak bisa berkembang dilikuidasi atau merger saja, sehingga tidak membebani pemprov ke depannya," ucap wakil rakyat daerah pemilihan Ciamis ini. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • uguhozamevo

    http://theprettyguineapig.com/amoxicillin/ - Amoxicillin <a ...

    View Article
  • eyusoxax

    http://theprettyguineapig.com/amoxicillin/ - Amoxicillin Online <a ...

    View Article
  • buy fake degree

    Wonderful website. A lot of helpful info here. I am sending it to a few pals ans ...

    View Article
  • camo polar fleece fabric

    Thanks for every other informative site. Where else could I get that type of info ...

    View Article