Bupati dan Tokoh Agama Tolak Keras Pernyataan Edy Rahmayadi
Soal Peniadaan Festival Danau Toba 2020

By Reaksi Nasional 14 Jan 2020, 12:09:54 WIBNusantara

Bupati dan Tokoh Agama Tolak Keras Pernyataan Edy Rahmayadi

Keterangan Gambar : Fertival Danau Toba


Oleh Bernardus Nababan

REAKSI HUMBAHAS - Pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi soal meniadakan Festival Danau Toba 2020 yang dinilai kurang bermanfaat ditolak keras oleh bupati Humbahas dan Taput serta para tokoh agama.

Dikonfirmasi secara rerpisah, Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, Praeses HKBP Distrik III Humbang, Pdt Renova Johny Sitorus, Ketua Forum Kerukunan Berumat Beragama, Pdt Robinsarhot Lumbangaol dan Pdt Lamsihar Siregar, menyampaikan bahwa FDT tetap harus dilaksanakan tanpa mengganti nama dan bukan untuk ditiadakan.

Menurut Nikson, yang harus dibenahi dalam event Festival Danau Toba itu adalah materi dan pelaksanaan. " Kurang bermanfaat karena apa? Kalau karena isinya, materinya diperbaiki. Tidak perlu ditiadakan, apalagi ganti nama," imbuhnya.

Nikson menuturkan, FDT selama ini banyak daerah tidak dilibatkan. Sehingga terkesan, kurang maksimal, sama seperti daerahnya ditahun 2019 tidak dilibatkan oleh pemerintah provinsi.

Padahal, tambahnya, ditahun 2016, Kabupaten Tapanuli Utara sebagai tuan rumah dan  berjalan dengan baik.

" Harusnya dengan adanya program pemerintah pusat dengan menjadikan danau toba sebagai destinasi, tentunya harus didukung pemerintah provinsi dan kabupaten. Tentunya dengan memperbanyak promosi wisata dan atraksi wisata," katanya.

Sementara, Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor juga tidak setuju jika Festival Danau Toba 2020 ditiadakan. Sebaiknya, kata dia, Festival Danau Toba tahun 2020 ini materinya lebih ditingkatkan. "Jadi kalau ada yang kurang baik diperbaiki untuk lebih baik," harapnya.

Praeses HKPB Distrik III Humbang, Pdt Renova Johny Sitorus, menegaskan bahwa FDT selama ini telah bermanfaat, apalagi kepada masyarakat terkhusus sekitaran dana toba.

Tetapi, menurut dia, perlu perbaikan dalam pelaksanaan FDT berupa materi. "Dulu kalau tidak salah ada lomba solu bolon, tortor batak, lomba mancing dan lainnya, nah ini harus dibuat , bukan ditiadakan," sebutnya.

Renova menilai, bahwa Gubernur Sumatera Utara yang berencana menghilangkan nama FDT, tidak dimasuk akalnya. Sebab, pemerintah yang telah membuat danau toba sebqgai destinasi wisata, harusnya Gubernur mendukung dan memberikan konsep yang bermanfaat.

"Jadi Pak gubernur harus lebih bijaksana jangan hanya bilang tidak bermanfaat tapi beliau harus memberikan konsep mana yang bermanfaat," imbuhnya.

Sedangkan, Pdt Lamsihar Siregar dari Gereja HKI menyampaikan, bahwa FDT selama ini mempunyai impact kepada masyarakat bergerak diusaha dan jajanan. Mulai jasa transport dari darat, laut dan udara, perhotelan, homestay.

Menurut dia, Gubernur Sumatera Utara perlu diberi masukkan dan gagasan dalam program pengembangan destinasi wisata danau toba. Ia menilai, Gubernur tidak memiliki hal tersebut, sehingga berani mengucapkan bahwa FDT kurang bermanfaat.

"Ketahuan pak gubernur belum memiliki program pengembangan tata kelola destinasi superprioritas danau toba. Bahkan pak gubernur juga tidak menjelaskan Isi Masterplan Geopark Kaldera Toba yang sudah Masuk dalam daftar keanggotaan UGGN, Sementara FDT hanya salah satu Bagian Atraksi Pariwisata Budaya yang perlu dikemas dengan baik supaya menarik, untuk membantu Pak Gubsu Sebaiknya BOPDT hadir sebagai Fungsi Fasilitator, Katalisator," ujar dia.

Lamsihar menjelaskan, kalender FDT yang terus berjalan setiap tahunnya jangan menjadi preseden buruk dalam presfektip di interland Danau Toba atau juga masyarakat dimanapun berada.

Disadari atau tidak FDT ini mempunyai impact yang luar biasa buat semua orang, dimulai jasa trasport darat, laut dan udara juga buat perhotelan, homestay dan masyarakat umum dan terlebih masyarakat lokal.

" Saya kira para legeslator provinsi dan kabupaten kota di sekitaran Danau Toba perlu bersuara. Kedepan mungkin ada banyak spot dan wacana yang bertolak belakang yang muncul dari gubernur tidak kita respons. Kita harus menyadari kehadiran FDT setiap tahun adalah sebuah tradisi wisata yang ditunggu banyak orang," imbuhnya.

Sedangkan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Humbang Hasundutan, Pdt Robinsarhot Lumbangaol menyampaikan jika itu ditiadakan maka Gubernur sama saja menghilangkan kelestarian budaya batak.

Menurut dia, baiknya pesta rakyat tersebut tetap dilaksanakan bukan meniadakan karena kurang bermanfaat. “ Bukan berarti meniadakan pesta rakyat yang sudah dikenal baik dengan sebutan festival danau toba,” katanya.

Dia berharap, agar pesta rakyat tersebut dapat dilaksanakan dengan keseriusan pemerintah dan panitia. Dengan mengkonsep segala kegiatan dengan matang sehingga memberikan kontribusi positif dalam merangsang peningkatan ekonomi masyarakat sekitarnya. Terlebih dalam kontribusi membangun danau toba yang benar-benar sebagai destinasi pariwisata bernilai super prioritas yang telah ditetapkan Presiden dibeberapa waktu lalu. (R1)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • modalert 200 kaufen

    modafinil kaufen legal modafinil online kaufen ...

    View Article
  • modafinil 100 mg preis

    modafinil kaufen ohne rezept modalert kaufen ...

    View Article
  • modafinil kosten

    modalert 100 kaufen modafinil online apotheke ...

    View Article
  • provigil bestellen

    modafinil online apotheke provigil kaufen ohne rezept ...

    View Article