BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Pastikan Tidak Ada Pekerja Anak

By Reaksi Nasional 31 Jan 2019, 14:05:58 WIBNasional

BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Pastikan Tidak Ada Pekerja Anak

Keterangan Gambar : Arief Budiarto


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Deputi Kantor Wilayah Sumbagsel Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) Arief Budiarto memastikan, tidak satu pun pekerja di wilayahnya yang menjadi peserta jaminan sosial di bawah umur. Kepastian itu ia ungkapkan setelah memeriksa kepesertaan di sektor perkebunan.

“Kami telah melakukan ricek dengan asosiasi perkebunan kelapa sawit (Gapki) dan karet (Gapkindo) untuk kepesertaan pekerja anak di bawah umur. Dari pemeriksaaan itu, tidak ada peserta BPJS TK yang di bawah umur,” kata Arief, Rabu (30/1), sebagaimana rilis BPJS Ketenagakerjaan, Kamis (31/1).

Ia melakukan pemeriksanaan itu setelah adanya temuan DPR yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI Komisi IX, Saleh Partaonan Daulay, yang menyebutkan di Sumsel terdata lebih dari 2.800 pekerja anak di sektor perkebunan.

 “Umumnya, para orangtua membawa anaknya ke tempat bekerja, tetapi bukan untuk dipekerjakan,” kata Arief sambil menambahkan BPJS TK selalu terlebih dahulu memverifikasi calon peserta yang usianya dibawah 16 tahun melalui aplikasi pendaftaran.

Jadi, katanya melanjutkan, setiap pekerja yang menjadi peserta harus didaftarkan dengan usia kerja dalam aplikasi yang sudah dibuat. Kemudian jika ada peserta dibawah 17 tahun, tentunya petugas BPJS TK  akan memberikan peringatan untuk menanyakan usia peserta tersebut

"Jadi kami pastikan, tidak ada data pekerja anak yang menjadi peserta BPJS TK, sebab hal itu diatur dalam UU Nomor 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, bahwa tenaga kerja usia 13-15 tahun, tidak diperkenalkan untuk bekerja di sektor informal dan formal," ujarnya.

Terkait dengan sosialisasi kepesertaan, Arief menyebutkan, pihaknya selalu mensoaliasikan itu secara masif diberbagai media, bekerjasama dengan Pemda, kampus, perusahaan, serikat pekerja/ buruh, launching desa sadar dan mall sadar, maupun acara tertentu talkshow dan job fair.

Dengan sosialisasi itu maka peran BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja akan semakin nyata untuk mengatasi resiko sosial ekonomi karena penyelenggaraan jaminan sosial ini menggunakan mekanisme asuransi sosial.

 “Itu sebabnya BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan kepastian pembayaran santunan kepada peserta, sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Sebelumnya, Saleh Partaonan menyatakan di Sumsel terdata lebih dari 2.800 pekerja anak.

"Data yang disampaikan ke kita itu ada 2800 pekerja anak," kata Partaonan usai Kunjungan Kerja Spesifikasi Komisi IX DPR RI "Pengawasan Perlindungan Pekerja Anak Pada Perusahaan Di Sumatera Selatan" di Kantor Disnaker Sumsel, Selasa (29/1/2019).

Ia menyebutkan, data pekerja anak di sektor informal suatu hal yang biasa karena anak itu boleh bekerja, namun aturanya ketat seperti hanya boleh maksimal 3 jam.

 “Kalau lebih dari itu tidak boleh,” katanya sambil menambahkan dari hasil diskusi dan rapat antara Disnaker Dinsos dan pihak terkait lainnya, tidak ditemukan pekerja anak di sektor formal. Untuk pekerja informal memang susah didata. Namun disarankan untuk menyisir tempat-tempat usaha seperti home industri dan lain-lain. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • uguhozamevo

    http://theprettyguineapig.com/amoxicillin/ - Amoxicillin <a ...

    View Article
  • eyusoxax

    http://theprettyguineapig.com/amoxicillin/ - Amoxicillin Online <a ...

    View Article
  • buy fake degree

    Wonderful website. A lot of helpful info here. I am sending it to a few pals ans ...

    View Article
  • camo polar fleece fabric

    Thanks for every other informative site. Where else could I get that type of info ...

    View Article