BP Jamsostek Naikkan Manfaat JKM dan JKK

By Reaksi Nasional 14 Jan 2020, 15:21:34 WIBNasional

BP Jamsostek Naikkan Manfaat JKM dan JKK

Keterangan Gambar : Dirut BP Jamsostek dan Menaker Ida Fauziah memberikan penjelasan mengenai Kenaikan Program Manfaat JKK dan JKM.


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – BPJS Ketenagakerjaan atau yang kini disebut dengan BP Jamsostek menaikkan program manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Keputusan kenaikan JKK dan JKM yang diberikan khusus bagi pekerja Indonesia itu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo 2 Desember 2019 lalu. Peningkatan manfaat program JKK dan JKM tersebut tanpa kenaikan iuran.

Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto mengatakan, peningkatan program manfaat itu merupakan kado tahun baru kepada seluruh pekerja peserta BP Jamsostek.

“Peningkatan manfaat tersebut diperuntukan kepada pekerja peserta Jamsostek dan merupakan jaring pengaman untuk mencegah risiko sosial ekonomi. Peningkatakan manfaat ini akan berguna kepada pekerja dan keluarganya. Dengan peningkatan manfaat ini maka pekerja diharapkan dapat melaksanakan aktifitas bekerja dengan nyaman dan tenang, sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas perusahaan",kata Agus pada saat sosialisasi kenaikan manfaat program JKK dan JKM di Jakarta, Selasa (14/20)

Sebelumnya, dalam PP 44 tahun 2015, pekerja yang mengalami kecelakaan kerja hanya memperoleh perlindungan risiko kecelakaan kerja mulai perjalanan berangkat, pulang dan di tempat bekerja serta pada saat melaksanakan perjalanan dinas.

Adapun perlindungan JKK sesuai PP 44 itu adalah perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja, santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48x upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56x upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

Namun dalam PP 82 tahun 2019, manfaat JKK itu makin meningkat, yakni adanya santunan pengganti upah selama tidak bekerja, ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100% untuk 12 bulan dari sebelumnya 6 bulan dan seterusnya sebesar 50% hingga sembuh.

Selain itu, dalam PP 82 Tahun 2019 itu juga ditingkatkan manfaat biaya transportasi untuk mengangkut korban yang mengalami kecelakaan kerja. Biaya transportasi angkutan darat dinaikan dari Rp 1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta, biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan biaya transportasi angkutan udara dinaikan menjadi Rp 10 juta dari sebelumnya Rp 2,5 juta.

Bantuan beasiswa merupakan manfaat program JKK yang mendapatkan kenaikan cukup signifikan dalam PP 82 Tahun 2019 tersebut. Sebelumnya, bantuan beasiswa diberikan sebesar Rp 12 juta untuk satu orang anak, saat ini menjadi maksimal sebesar Rp 174 juta untuk dua orang anak.

Terkait ini, Agus mengatakan, pendidikan anak lebih terjamin dengan adanya pemberian beasiswa yang diberikan sesuai jenjang pendidikan dengan besaran nominal yang lebih tinggi. Beasiswa itu, katanya akan diberikan sejak taman kanak-kanak (TK) hingga lulus kuliah.

“Pemberian beasiswa berakhir pada saat anak peserta mencapai usia 23 tahun, menikah atau bekerja. Dengan begitu tidak ada lagi anak-anak putus sekolah, akibat orang tuanya meninggal atau cacat total akibat kecelakaan kerja,” kata Agus.

Peraturan Pemerintah tersebut juga mengatur pemeriksaan diagnostik, yang dimaksudkan untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus Penyakit Akibat Kerja (PAK). Hal ini dilakukan untuk memastikan pengobatan dilakukan hingga tuntas.

Selain peningkatakan program JKK, dalam PP 82 itu juga menyebutkan adanya peningkatakan JKM sebesar 75 %.  Jika sebelumnya program JKM hanya memberikan perlindungan berupa santunan kematian sebesar Rp. 24 juta, namun dengan disahkannya peraturan itu maka ahli waris akan mendapatkan biaya sebesar Rp. 45 juta. Rinciannya adalah santunan kematian program JKM naik dari Rp 16,2 juta menjadi Rp 20 juta, santunan berkala meninggal dunia dari Rp 6 juta untuk 24 bulan menjadi Rp 12 juta, dan biaya pemakaman naik dari Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta.

Selain manfaat diatas, program JKM juga memberikan bantuan beasiswa dengan perubahan poin-poin yang sama dengan manfaat program JKK, yaitu maksimal mencapai Rp 174 juta untuk dua orang anak.

"Kami memastikan ketahanan dana program JKK dan JKM yang dikelola BP Jamsostek masih sangat cukup untuk menopang manfaat yang baru, sehingga peningkatan manfaat ini dapat dilaksanakan tanpa menaikkan iuran kepesertaan. Kenaikan manfaat program JKK dan JKM ini akan sangat membantu meringankan beban pekerja dan keluarganya yang mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian ", kata Menaker Ida yang turut hadir dalam sosialisasi tersebut. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • provigil kaufen ohne rezept

    provigil kaufen ohne rezept vigil kaufen ...

    View Article
  • provigil deutschland

    modafinil kaufen schweiz modafinil bestellen ohne rezept modafinil online apotheke ...

    View Article
  • modafinil rezeptfrei kaufen

    modafinil rezeptfrei kaufen provigil kaufen ohne rezept ...

    View Article
  • modalert 200 kaufen

    vigil kaufen modafinil online kaufen modafinil kaufen ohne rezept ...

    View Article