BNSP Ajak Para Dokter Memiliki Sertifikat Kedokteran

By Reaksi Nasional 02 Des 2019, 14:33:19 WIBMegapolitan

BNSP Ajak Para Dokter Memiliki Sertifikat Kedokteran

Keterangan Gambar : Ketua BNSP Kunjung Masehat memukul gong untuk membuka acara  "Harmonisasi Tata Kelola Sertifikasi Kompetensi Profesi Dokter".


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Badan Nasional Sertifikask Profesi (BNSP) mengajak seluruh stakeholder profesi kedokteran berkolaborasi dan bersinergi melaksanakan sertifikasi yang reliabel, akuntabel dan berintegritas. Pelaksanaan sertifikasi kompetensi dokter merupakan amanah UU Nomor 29/Tahun 2004 tentang praktek kedokteran telah dilaksanakan oleh Kolegium Kedokteran.

"Dengan perkembangan di tingkat nasional dan internasional saat ini, diperlukan langkah-langkah strategis untuk penguatan tata kelola sertifikasi kompetensi Dokter menuju tata kelola yang direkognisi secara nasional dan Internasional, " kata Ketua BNSP Kunjung Masehat saat membuka acara  "Harmonisasi Tata Kelola Sertifikasi Kompetensi Profesi Dokter", Lesson Learned : BNSP, di Jakarta, Jumat  (29//11/2019).

Berdasarkan PP 10 tahun 2019, BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden, memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja profesi. Sementara Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) adalah badan negara tempat para dokter teregistrasi dimana syarat registrasi sesuai dalam UU Pradok adalah Sertifikat Kompetensi yang dikeluarkan oleh Kolegium.

"Jadi kita sama-sama lembaga yang memiliki kesetaraan sama, dalam konteks lembaga independen, bertanggungjawab kepada Presiden. Basic acuan normatif KKI ada di Kemenkes, sedangkan BNSP ada di Kemenaker, " katanya.

Kunjung menambahkan, BNSP  tak mengambil alih pekerjaan para dokter. Melainkan hanya ingin melihat bagaimana regulasi secara nasional BNSP dan regulasi KKI untuk sama-sama diharmonisasikan. "Tak ada kesan BNSP mau mengambil alih pekerjaan bapak ibu sekalian. Jadi tetap akan diserahkan kepada bapak ibu sekalian yang mengetahui profesinya. Regulasi itu yang mau, kita sinkronkan, " kata Kunjung.

Dikatakan Kunjung, mengingat BNSP merupakan lembaga yang diberikan kewenangan untuk sertifikasi profesi, maka diharapkan sinkronisasi regulasi juga akan dilakukan terhadap profesi lainnya.

"Kami harap bukan hanya profesi kedokteran, tapi juga profesi lainya.  Beberapa profesi sudah sesuai regulasi. Contoh teman di insinyur, konstruksi dan lembaga-lembaga lainnya sudah ada bentuknya, " katanya.

Kunjung menjelaskan sesuai regulasi, untuk pengakuan profesi di kedokteran, sejak standar, uji kompetensi hingga pengakuan di kedokteran umum, kedokteran gigi, dokter spesialis dan dan belum spesialis, memiliki proses yang sama. Ini secara nasional, harmonisasi perundang-undangan sudah nyambung antara beragam profesi dengan di BNSP.

"Tapi ketika konteks pengakuan atau rekognisi, baik domestik atau internasional. Apakah cukup satu Badan, atau bermacam Badan yang saling memberi pengakuan kalau kita mau ke negara lain atau orang mau masuk ke negara kita. Itu yang akan dibicarakan bagaimana mekanismenya, " katanya.

Sementara Ketum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih, mengakui masih ada kegelisahan di antara para dokter di Indonesia, termasuk dokter gigi  yang masih belum dianggap setara. Mungkin spesialis tertentu diakui setara, tapi  di luar negeri para dokter spesialis masih dianggap underdog. (R2)

Karenanya, lanjut Daeng, semua pihak dari BNSP, Adminaker, Kolegium, IDI dan para expert dalam tim pokja, diharapkan memberikan masukan positif terhadap format pengembangan profesi di Indonesia khususnya kedokteran.

"Pertemuan ini tak akan menyelesaikan, tapi perlu pembicaraan secara kontinyu antara BNSP, Konsil Kedokteran, IDI yang didalamnya ada kolegium hingga terwujudnya format terbaik, " katanya.

Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Sukman Tulus Putra, mengatakan KKI memiliki fungsi pengaturan, pengesahan dan penetapan serta pembinaan dokter dan dokter gigi.

"Data terbaru tahun 2018, dokter di Indonesia berjumlah 147 ribu dan 40 ribu dokter spesialis. Total dengan dokter gigi, lebih dari 200 ribu dokter, " ujarnya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment