BBPP Kemnaker Selenggarakan Pelatihan Wirausaha Batik

By Reaksi Nasional 06 Nov 2019, 14:33:26 WIBMegapolitan

BBPP Kemnaker Selenggarakan Pelatihan Wirausaha Batik

Keterangan Gambar : Kepala BBPP Kemnaker Chairul Fadhly Harahap mendampingi Wabup Kulon Progo Sutedjo menyerahkan bingkisan kepada peserta pelatihan PKT Batik


Oleh FriendlySianipar

REAKSI JAKARTA – Setiap daerah yang dijadikan sebagai Pelatihan Kewirausahawan Teringtegtirasi (PKT) oleh Kementerian Ketenagakerjaan harus dapat menjadikannya sebagai skill development center dan center of productivity Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kemnaker. Karena itu masyarakat harus produktif, dan produktivitas ini harus efektif, efisien serta bermutu sehingga memiliki nilai tambah yang produktif.

Demikian dikatakan Kepala BBPP Kemnaker, Chairul Fadhly Harahap saat membuka program PKT batik di Yogyakarta, Senin (4/11/2019), sebagaimana rilis yang diterima, Rabu (6/11).

Pelatihan itu melibatkan 40 peserta dari masyarakat Desa Kulon Progo. PKT batik digelar untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja masyarakat Kulon Progo, melalui revitalisasi BLK dan pembentukan BLK Komunitas. Selanjutnya, kata Chairul menambahkan PKT batik hasil kerja sama BBPP Kemnaker dengan Wakil Bupati Kulon Progo ini, akan dibuat nota kesepahaman (MoU) sehingga bermanfaat bagi masyarakat Kulon Progo.

"Kami akan menjadikan Kulon progo sebagai skill development center dan center of productivity BBPP Kemnaker. Karena itu masyarakat harus produktif, dan produktivitas ini harus efektif, efisien serta bermutu sehingga memiliki nilai tambah yang produktif, " kata Chairul.

Menurut Chairul, PKT di Kulon Progo merupakan rangkaian safari produktivitas ke berbagai daerah bentuk komitmen nyata BBPP Kemnaker, dalam meningkatkan produktivitas masyarakat Indonesia. Terutama kegiatan pelatihan di sektor informal, yaitu masyarakat yang sedang merintis UKM dan yang telah memiliki UKM.

"Setelah mengikuti pelatihan maka selanjutnya akan mendapatkan pendampingan terintegrasi melalui coaching dan mentoring untuk memastikan keberlangsungan pelatihannya berupa keberhasilan peserta pelatihan mendirikan usaha, " ujarnya.

Chairul mengatakan dengan menurunnya pengangguran 50 ribu orang setahun terakhir, sejalan dengan Tingkat Penganguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 5,01 persen pada Februari 2019. Dengan jumlah kelompok usia produktif yang cukup tinggi, Indonesia sedang mengalami bonus demografi, dan ini menjadi aset pemerintah untuk meningkatkan kualitas produktivitas perekonomian.

"Saat ini waktu yang tepat, untuk segera melakukan pembangunan dan menciptakan SDM yang unggul, produktif dan berdaya saing dalam berwirausaha. Salah satunya melalui program PKT, " kata Chairul.

Untuk menjamin keberhasilan dan keberlangsungan pelatihan, Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo menghimbau masyarakat yang telah memilih pelatihan batik sebagai bidang usahanya agar tetap konsisten dan komitmen untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan usahanya.

Sutedjo menambahkan melalui program pelatihan kewirausahaan terintegrasi hasil kerja sama berbagai pihak, akan memiliki efek signifikan dalam meingkatkan produktivitas masyarakat Kulon Progo. "Diharapkan kegiatan ini berdampak pada meningkatnya jumlah tenaga kerja dan berkurang nya tingkat pengangguran, " ujarnya. (R1)

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment