Asisten Kesra Jakbar Buka Hari Gizi Nasional ke-59

By Reaksi Nasional 12 Feb 2019, 14:49:42 WIBMegapolitan

Asisten Kesra Jakbar Buka Hari Gizi Nasional ke-59

Keterangan Gambar : Asisten Kesejahtraan dan Sudin Kesehatan Jakbar foto bersama.


Oleh Maulen Munthe & Khairuddin Sinambela

REAKSI JAKARTA - Asisten Kesejahtraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Barat, Yunus Burhan, Selasa (12/2) membuka Hari Gizi Nasional ke 59. Acara berlangsung di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Blok B lantai dua ruang Thamrin. Dalam acara itu Yunus didampingi Kasudin Kesehatan Weningtyas Purnomo, Sudin UMKM, Sudin KPKP, serta penjabat lainnya.

Dalam kata sambutanya Yunus Burhan mengatakan, Pemkot Jakbar harus mampu untuk mengendalikan permasalahan gizi, di antaranya dengan pemberian makanan tambahan (PMT) serta melakukan upaya mengatasi masalah gizi.

“Kegiatan  ini tentunya memerlukan anggaran cukup besar. Berbicara untuk makanan tambahan, misalnya wilayah Kapuk, sekitar Rp600 juta. Pemberian makanan tambahan dalam setahun jauh lebih besar, apalagi kalau diberikan kepada anak-anak sekolah di bawah naungan Sudin Pendidikan,” tuturnya.

Menurut dia, pemberian makanan tambahan ini diprioritaskan kepada siswa sekolah dengan latar belakang keluarga kurang mampu. Ini pun membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dan diperkirakan bisa mencapai Rp1 miliar per sekolah.

“Pemberian makanan  tambahan ini menjadi salah satu tindakan dalam upaya mengatasi tiga permasalahan gizi di wilayah Jakarta Barat. Ketiga masalah itu adalah gizi kurang, stunting dan obesitas, sehingga butuh suatu gerakan yang melibatkan lintas sektor,” ucapnya.

Masih menurut Yunus Burhan, Pemkot Jakbar yakin mampu mengendalikan ketiga masalah gizi tersebut. Hal itu terlihat dari persentase jumlah kasus yang rendah. Dia memberikan contoh kalau dari 1.000 warga hanya sekitar sepuluh persen yang mengalami tiga masalah tersebut, tentu tidak terlalu besar dan masih bisa dikendalikan.

“Balita gizi kurang  gizi, bukan berarti ada penyakit bawaan yang menyertainya, seperti  lahir terkena penyakit paru-paru, jantung. Jadi bukan murni karena masalah gizi, akan tetapi bila dikategorikan anak, memang ini balita gizi kurang di bawah garis merah," jelasnya.

Kepala Sudin  Kesehatan, Weningtyas Purnomo Rini kepada Reaksi menjelaskan, peringatan Hari Gizi Nasional ke-59 tingkat kota Jakarta Barat difokuskan pada penanganan ketiga masalah tersebut yakni  gizi kurang, anak dengan stunting dan obesitas.

Weningtyas juga mengatakan, penanganan ketiga masalah itu tidak sepenuhnya menjadi tugas Sudin Kesehatan akan tetapi  melibatkan lintas sektor seperti Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP), Sudin Sosial, serta Sudin UKM dan yang lainnya.

“Paling terpenting adalah penanganan permasalahan gizi. Sekitar 30 % penanggulangan masalah kesehatan ditangani Sudin Kesehatan dan 70 %  dilaksanakan tim UKPD terkait,” tuturnya. (R2)

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Flow Meter Tokico Jakarta

    Hello there, You’ve done a great job. I’ll definitely digg it and personally ...

    View Article
  • Open Trip Pulau Seribu

    Hey, you used to write great, but the last few posts have been kinda boring¡K I ...

    View Article
  • Distributor pipa HDPE

    Wow, superb blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look ...

    View Article
  • jakarta sewa mobil

    tidak hanya supir truk juga, terkadang pengendara lain seperti mobil atau motor juga ...

    View Article