Aplikasi Pengantar Kerja Online Dianggap Mampu Kurangi Pengangguran

By Reaksi Nasional 09 Mei 2018, 14:03:44 WIBNasional

Aplikasi Pengantar Kerja Online Dianggap Mampu Kurangi Pengangguran

Keterangan Gambar : Menaker Hanif Dhakiri diapit petugas pengantar kerja pada acara Workshop Nasional Jabatan Pengantar Kerja 2018, Selasa (8/5/2018) malam. (REAKSI)


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA -  Salah satu strategi pemerintah menurunkan jumlah pengangguran adalah dengan membangun aplikasi pengantar kerja berbasis internet. Aplikasi itu, dinamai dengan e-pengantarkerja.kemnaker.go.id.

"Pelayanan pengantar kerja kerja harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi. Kita harus berubah, baik dari pola pikir maupun cara kerja karena faktor digitalisasi dan revolusi 4.0," kata Menaker Hanif Dhakiri saat acara Workshop Nasional Jabatan Pengantar Kerja 2018, Selasa (8/5/2018) malam.

Ia pun bangga menyambut aplikasi tersebut. Hanif mengatakan, melayani masyarakat harus kompetitif dan inovatif, sehingga platform informasi ketenagakerjaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari pekerjaan dapat lebih luas.

Dengan demikian, katanya, keberadaan pengantar kerja penting karena membantu dan melayani masyarakat mencari pekerjaan di dalam dan luar negeri. Hal ini, akan berdampak pada pengurangan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja.

Sebagaimana diketahui, petugas pengantar kerja merupakan pegawai fungsional yang bertugas membantu pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan pekerja, membuat perencanaan tenaga kerja di daerah serta membimbing angkatan kerja agar dapat memperoleh pekerjaan.

“Dengan memaksimalkan fungsi pengantar kerja melalui sistem online, maka akan banyak masyarakat yang terbantu sehingga mempercepat penurunan angka pengangguran di Indonesia,” ujar Hanif sambil menambahkan, untuk mengurangi pengangguran pemerintah juga melakukan penyiapan tenaga kerja yang memiliki keahlian (skill) melalui balai latihan kerja.

Menurutnya, pemerintah berupaya menyiapkan calon tenaga kerja yang sesuai kebutuhan pasar dan membuka lapangan kerja melalui perbaikan iklim investasi.

Tak hanya itu, Kemnaker juga mengoptimalkan program penanggulangan pengangguran dan perluasan kesempatan kerja seperti kegiatan padat karya, tenaga kerja mandiri (TKM), terapan teknologi tepat guna (TTG), dan tenaga kerja sukarela (TKS), job fair dan bursa kerja online, serta pelayanan dalam rangka penempatan dan perlindungan tenaga kerja luar negeri.

“Pemerintah menciptakan program pelatihan dan pemberian bantuan sarana usaha kepada kelompok masyarakat dan pengembangan kewirausahaan. Bahkan, khusus penanggulangan kemiskinan dan pengangguran di desa, Kemnaker mengembangkan program desa migran produktif (desmigratif) di desa-desa kantong pengiriman pekerja migrant Indonesia,” tandasnya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment