583 PMI di Singapura Diwisuda

By Reaksi Nasional 09 Jul 2018, 15:28:07 WIBNasional

583 PMI di Singapura Diwisuda

Keterangan Gambar :


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA - Sebanyak 583 Pekerja Migran Indonesia (PMI) berhasil lulus dan diwisuda setelah mengikuti sembilan kursus pelatihan keterampilan kerja yang diadakan Pusat pendidikan dan Pelatihan Kerja (P3K) atau Indonesia Training Center  (ITC) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.

Prosesi wisuda yang dilangsungkan dalam acara Graduation ke-9 Program Kursus di P3K pada 8 Juli 2018 di Hall Sekolah Indonesia ini dipimpin Dubes LBBP RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya didampingi Atase Ketenagakerjaan Agus Ramdhany Machjumi.

Ada sembilan kejuruan yang diikuti ke 583 PMI, yakni Pelatihan baking (65 orang), pelatihan barista (17 orang), pelatihan komputer (109 orang), pelatihan Bahasa Inggris (135 orang), pelatihan enterpreneurship (16 orang), pelatihan kecantikan rambut (49 orang), pelatihan kecantikan kulit (54 orang), pelatihan Bahasa Mandarin (18 orang) dan pelatihan menjahit (120 orang).

“Melalui pelatihan kerja ini, diharapkan PMI yang bekerja di Singapura dapat meningkatkan  keterampilan kerja (skill) sekaligus menambah motivasi bekerja dan mempersiapkan usaha mandiri saat pulang ke Tanah Air,” kata Atase Ketenagakerjaan Agus Ramdhany Machjumi  dalam siaran pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan yang diterima, Senin (9/7/2018).

Dubes LBBP RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya dalam sambutannya mengatakan bahwa P3K KBRI Singapura merupakan lembaga pendidikan non formal yang berfungsi untuk memajukan sumber daya manusia Indonesia di Singapura, khususnya bagi PMI.

Pusat pelatihan yang beroperasi sejak 2009 ini membuka berbagai program kursus, di antaranya Bahasa Inggris, komputer, Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, Tata Busana, Pelatihan Enterpreneurship, Peracikan Kopi (Barista), Baking, dan Bahasa Mandarin.

Menurut Atase Agus, penyelenggaraan kegiatan di P3K ini berpedoman pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (Permenakertrans) Nomor 8 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (Permenakertrans) Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pedoman Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

Agus menambahkan, program pelatihan di P3K juga terus dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan pengguna di Singapura. Salah satu program yang saat ini dalam proses pengembangan adalah caregiver yang memiliki enam kompetensi sebagai caregiver sesuai permintaan pengguna yang saat ini masih berjalan karena membutuhkan durasi waktu selama satu tahun pembelajaran sehingga baru ada lulusannya pada Desember 2018.

Program ini, tambah Agus, telah bekerja sama dengan stakeholder bidang caregiver di Singapura.

“Program-program pelatihan kerja terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat baik bagi diri sendiri juga bagi masyarakat Singapura dan negara Singapura pada umumnya. Selain itu, Pemerintah RI juga berharap program ini dapat meningkatkan aspek perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran di Singapura,” tambahnya.

Atase Agus juga berharap, ke depan Pemerintah RI bisa memberikan dukungan akses modal bagi PMI. Sehingga, dapat membantu PMI untuk berwirausaha setelah purna bekerja di Singapura. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • dielihito

    lara world trav escort paris https://futurethought.info/11541.html acheter verre sake ...

    View Article
  • mexican pharmacies shipping to usa

    <a href="http://canadianonlinepharmacyoffer.com/"&g t;canadian online ...

    View Article
  • international pharmacies that ship to the usa

    <a href="http://canadianonlinepharmacyneo.com/"> top rated online canadian ...

    View Article
  • Best alternatives to Plus500

    Hello there! Do you know if they make any plugins to safeguard against ...

    View Article