51 PMI Bermasalah Dipulangkan dari Yordania

By Reaksi Nasional 22 Apr 2019, 14:16:44 WIBNasional

51 PMI Bermasalah Dipulangkan dari Yordania

Keterangan Gambar : Para TKI bermasalah yang dipulangkan dari negara Yordania


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Sedikitnya 51 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) dari Yordania dipulangkan ke tanah air Sabtu (20/4/20) malam. Proses pemulangannya dilakukan dengan memanfaatkan program amnesty (pengampunan atas pelanggaran/kesalahan hukum) yang sedang diberlakukan pemerintah Yordania.

Pemulangan  51 PMIB ini merupakan tahap ke-3 dengan jumlah terbesar pemulangan WNI sejak dua tahun terakhir. Sebelumnya telah dipulangkan 38 PMI dengan program Amnesty.

"Pemerintah menggunakan program amnesti tahun 2019. Kita memanfaatkan program ini untuk mempercepat proses pemulangan para pekerja migran yang bermasalah di Yordania," kata Kasubdit Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Kementerian Ketenagakerjaan,  Yuli Adiratna di Jakarta, Senin (22/4).

Ia meyebutkan, mayoritas peserta program ini adalah pekerja migran bermasalah dengan status ilegal (tidak berdokumen) dan sudah delapan tahun berdomisili di Yordania. Mereka, kata Yuli menambahkan berasal dari Indramayu (9 orang), Cirebon dan Karawang (5 orang), Subang (4 orang), Sukabumi dan Purwakarta (3 orang) dan Cianjur (2).

Kemudian dari Tangerang (8 orang) dan Serang (2 orang). Lalu ada juga dua orang berasal dari Provinsi NTB (Sumbawa dan Lombok Tengah), Jawa Tengah (Pekalongan) dan Provinsi Jawa Timur (Jember dan Banyuwangi).

"Dengan pemulangan ini, jumlah PMI-B di Yordania berkurang. Tetapi masih ada 1.040 PMI  bermasalah yang menunggu program amnesty. Kami tetap melakukan berbagai upaya agar proses repatriasi berjalan lancar, " kata Yuli.

Dubes KBRI Amman, Andy Rachmianto mengatakan, program amnesty yang diberlakukan Pemerintah Yordania ini harus dimanfaatkan sebenar-benarnya, karena hal itu tidak selalu ada setiap tahunnya.  "Kami menargetkan setidaknya 50% dari WNI yang berstatus illegal dapat dibantu kepulangannya," kata Dubes Andy sambil menyebutkan kebijakan Amnesti ini diberlakukan selama enam bulan, terhitung sejak 12 Desember 2018 dan akan berakhir 12 Juni 2019 mendatang.

Sementara itu, Atase Ketenagakerjaan KBRI Amman, Suseno Hadi mengatakan, hampir seluruh WNI yang memanfaatkan program amnesty ini adalah perempuan dan telah menetap di Yordania selama belasan tahun.  Karena itu, kata Suseno, mereka diharapkan dapat memanfaatkan program Amnesty untuk pemulangannya ke Indonesia.

“Bagi mereka yang tidak memanfaatkan program ini, denda ijin tinggalnya akan dihitung sejak masa ijin tinggal resminya habis, dengan perhitungan 1.5 Jordan Dinnar (sekitar Rp 29.500) perhari,” katanya dengan menyebutkan, KBRI tetap berkoordinasi dengan imigrasi dan beberapa institusi lainnya untuk membantu kepulangan mereka ke tanah air. (R2)

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • gajjosk

    ??????? ?? ??????????!!!!! ...

    View Article
  • Indocommco

    Ya benar sekali SDM kita masih kurang mengenal perkembangan teknologi, bahkan masih ...

    View Article
  • toko bunga Jakarta

    Tanaman hias di sepanjang jalan di Jakarta jika sudah masuk musim kemarau menjadi ...

    View Article
  • Konsultan Pajak

    Biasanya penunggak itu malas bayar atau gak tahu cara hitungnya, lebih baik dateng ...

    View Article