Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Dakwaan JPU Terhadap Terdakwa
Sidang Lanjutan Dugaan Tindak Pidana Pencurian

By Reaksi Nasional 13 Jan 2022, 15:44:07 WIBHukum&Kriminal

 Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Dakwaan JPU Terhadap Terdakwa

Keterangan Gambar : Tris Haryanto, SH, MH.


Oleh Tim Reaksi

REAKSI JAKARTA - Sidang lanjutan dugaan tindak Pidana Pencurian Biasa sebagaimana tersebut dalam Pasal 362 KUHP kembali digelar dengan agenda keterangan terdakwa pada hari Kamis (13/01/2022) di Ruangan R. Oemar Seno Adji 1 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam persidangan tersebut Setyo Priono sebagai terdakwa membantah dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa menerangkan di hadapan majelis hakim bahwa pada tanggal 12 Oktober 2018 terdakwa sedang berobat di Rumah Sakit Anna Medika Bekasi Utara dan tidak berada di Kantor BCA KCPRoxy Mas yang beralamat di Komplek Ruko Roxy Mas, Blok C 5 No. 6-8, Jl. KH. Hasyim Ashari, Jakarta Pusat untuk melakukan pencairan cek sesuai dakwaan JPU terhadapnya.

“Pada tanggal 12 Oktober 2018 saya berobat ke Rumah Sakit Anna Medika Bekasi bersama almarhum ayah saya, bertemu dengan dokter Spesialis Kulit & Kelamin bernama Fahmi Rizal, Sp. KK, dan setelah berobat saya langsung pulang ke rumah untuk beristirahat,“ terangnya.

Tris Haryanto, SH, MH, selaku kuasa hukum terdakwa mempertanyakan dasar JPU atas dakwaannya tersebut kepada kliennya. “Kami mempertanyakan dasar JPU atas dakwaan kepada klien kami, karena berdasarkan fakta persidangan telah didengarkan keterangan saksi dari pihak Rumah Sakit Anna Medika yang menerangkan bahwa atas nama Setyo Priono pada tanggal 12 Oktober 2018 benar telah berobat di dokter Spesialis Kulit & Kelamin Bernama dr. Fahmi Rizal, Sp. KK di RS. Anna Medika Bekasi berdasarkan bukti register pendaftaran pasien, rekam medis, surat kontrol, dan bukti pembayaran obat juga dikuatkan dengan bukti jawaban surat resmi tanggal 7 Oktober 2021 dari Pihak R.S Anna Medika Bekasi yang membenarkan bahwa pasien atas nama Setyo Priono melakukan pemeriksaan di RS. Anna Medika Bekasi pada tanggal 12 Oktober 2018,“ terangnya.

“Dalam surat tersebut sangat jelas bahwa klien kami mendaftar dan melakukan pengobatan di Rumah Sakit Anna Medika ke poliklinik kulit & kelamin kepada dokter Fahmi, ada jam dan tanggalnya kok,” imbuhnya.

Tris menduga adanya kejanggalan dalam kasus yang dialami oleh kliennya tersebut. “Saya menduga adanya kejanggalan dalam kasus klien kami, di mana bukti dari pihak JPU bahwa pada tanggal 12 Oktober 2018 klien kami telah melakukan pencairan cek di BCA KCP Roxy Mas pada pukul 15:06 sementara itu surat dari Rumah Sakit Anna Medika Bekasi menerangkan jikalau klien pada tanggal tersebut sedang melakukan pengobatan dengan dokter Fahmi spesialis kulit dan kelamin, di mana prakteknya dari pukul 15:00 sampai pukul 17:00. Bagaimana mungkin perjalanan dari Bekasi ke Jakarta dapat ditempuh dengan waktu yang cepat dan mana mungkin pula satu orang berada di dua tempat yang berbeda dengan waktu yang bersamaan,” terangnya.

Tris menambahkan bahwa bukti  dalam video rekaman cctv yang diperlihatkan oleh JPU di hadapan majelis hakim dalam persidangan tidak secara jelas menunjukkan bahwa itu adalah kliennya dan hanya orang berdiri dengan durasi lebih kurang 4 menit.

“Bahwa video rekaman CCTV yang diperlihatkan oleh Jaksa Penuntut juga tidak secara jelas bahwa itu adalah klien kami hanya orang berdiri saja dengan durasi lebih kurang 4 menit, dan klien saya juga tidak mengenali siapa orang yang berada dalam video rekaman tersebut,” tambahnya.

Tris berharap Majelis Hakim objektif  dalam memutus perkara kliennya dan mendapatkan  putusan yang seadil-adilnya berdasarkan fakta dan bukti.

“Setelah kita melihat fakta-fakta persidangan dan bukti yang kita hadirkan dalam persidangan kami berharap Majelis Hakim memutus perkara klien kami secara objektif dengan memutus bebas klien kami tersebut, karena jangan sampai orang yang tidak bersalah merasakan akibat sanksi hukuman penjara akibat perbuatan orang lain,” harapnya.

Sementara itu Priyo selaku JPU saat diwawancara Reaksi terkait tanggapan atas bukti dalam persidangan, menerangkan akan memberikan tanggapan dalam tuntutanya. “Atas bukti dalam persidangan tersebut akan kita tanggapi dalam tuntutan,” ujarnya.

Sebelumnya terdakwa dituduh melakukan dugaan tindak pidana pencurian cek perusahaan atas nama PT. Singa Langit Jaya tempat terdakwa bekerja sebesar Rp 178.861.412 dan mencairkanya di Bank BCA KCP Roxi Mas Jakarta Pusat pada tanggal 12 Oktober 2018 sekitar pukul 15:06. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • DenClink

    <a href="http://modafiniltbs.online/">order modafinil uk</a> <a ...

    View Article
  • AmyClink

    <a href="http://bestcialismedicationnorx.quest/"> ;discount generic cialis ...

    View Article
  • CyjJS

    cialis pill <a href="https://tadalafilcustomer.net/">cialis pills</a> ...

    View Article
  • AmyClink

    <a href="http://buyingbestcialispill.monster/">c heapest generic cialis ...

    View Article