Hubungan Industrial Sektor Kelapa Sawit Patut Diperhatikan
Berperan Penting Terhadap Perekonomian

By Reaksi Nasional 15 Sep 2021, 13:02:52 WIBNasional

 Hubungan Industrial Sektor Kelapa Sawit Patut Diperhatikan

Keterangan Gambar : Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker  Indah Anggoro Putri.


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Sektor kelapa sawit merupakan salah satu sektor industri yang berperan penting terhadap perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan akan terus berupaya menjaga keberlangsungan kesejahteraan pekerja yang terlibat dalam industry CPO tersebut, melalui penerapan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI-amsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Indah Anggoro Putri, saat melakukan dialog melalui virtual mengenai Undang-Undang Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan Bidang Persyaratan Kerja Pada Sektor Sawit mengatakan sektor kelapa sawit identik dengan pekerjaan yang menyerap banyak tenaga kerja dengan tingkat mayoritas pendidikan rendah.

“Hubungan kerja para pekerja sektor perkebunan sawit ini sebagian besar dilakukan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), termasuk di dalamnya pekerja harian. Ini berdampak pada perlindungan dan syarat kerjanya tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja, Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja," kata Putri di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Sesuai data Kementerian Pertanian pada 2019, jumlah petani kelapa sawit sebanyak 2,67 juta orang dan jumlah tenaga kerja sebanyak 4,42 juta pekerja. Jumlah tersebut terdiri dari 4 juta atau 90,68 persen pekerja kelapa sawit besar swasta nasional; 321 ribu atau 7,26 persen pekerja kelapa sawit besar milik negara; dan 91 ribu atau 2,07 persen pekerja kelapa sawit besar milik swasta asing.

Kemudian data BPS November 2020 menunjukkan, total luas area kelapa sawit di Indonesia mencapai 14,60 juta hektar. Dari jumlah luas perkebunan itu, Perkebunan Besar Negara (PBN) memiliki sebagian kecil yaitu 614.756 hektar atau 4,29 persen; sementara sebagian besar diusahakan oleh Perusahaan Besar Swasta (PBS) yaitu sebesar 55,09 persen atau seluas 7.892.706 hektar dari total produksi minyak sawit Indonesia.

"Kondisi ini menujukan bahwa sektor kelapa sawit menjadi salah satu isu hubungan industrial yang perlu diperhatikan, khususnya mengenai perlindungan tenaga kerjanya dan perlu adanya penerapan standar kerja layak (decent work) di sektor ini," kata Putri.

Selain itu, katanya menambahkan, kondisi hubungan kerja di sektor kelapa sawit tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang memunculkan berbagai kemungkinan terburuk akibat dari pandemi COVID-19, seperti penutupan pabrik karena kasus penularan.

Untuk itu, ia menyarankan para pekerja membangun dialog sosial untuk merespon dampak terburuk dari pandemi COVID-19, terutama pada kondisi hubungan kerja. Dari dialog sosial itu akan dapat dirumuskan dan disepakati beberapa solusi bersama untuk peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerjanya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • LisaClink

    <a href="https://genericviagraotc.com/">vaigra&l t;/a> ...

    View Article
  • ivermectin price uk

    ivermectin 8000 <a href="https://ivermectinmeds.com/#">stromecto l where to ...

    View Article
  • intansist

    https://buypriligyhop.com/ - how to buy priligy im 16 years old ...

    View Article
  • EvaClink

    [url=http://bbspharm.com/]prednisone buy online uk[/url] ...

    View Article