Bupati Bogor: Semua Diproses Hukum, Kapolsek : Larangan Berkerumun Sudah Dicabut Kapolri
Rhoma Irama Bandel, Tetap Tampil Walau Dilarang

By Reaksi Nasional 30 Jun 2020, 10:57:10 WIBHukum&Kriminal

 Bupati Bogor: Semua Diproses Hukum, Kapolsek : Larangan Berkerumun Sudah Dicabut Kapolri

Keterangan Gambar : Rhoma Irama saat tampil di Bogor.


Oleh Marihot Pakpahan  

REAKSI BOGOR -  Penyanyi  dangdut Rhoma Irama tetap manggung saat Pemkab Bogor telah melarangnya dengan alasan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional dalam  Penanganan COVID-19.

Dia  tampil di panggung saat acara khitanan putra dari Abah Surya Atmaja di Kampung Cisalak, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu (28/6). Sebelumnya  Rhoma sempat membuat klarifikasi dan menyatakan patuh pada larangan Pemkab Bogor.

Akibatnya Bupati Bogor Ade Yasin marah saat mengetahui  Rhoma tetap mentas  meski sudah dilarang. Ade meminta semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan konser tersebut diproses secara hukum.

“Saya minta semua diproses hukum, tidak pandang bulu siapa pun. Jangan sampai di sini menjadi episentrum Covid-19 karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tegas Ade saat dikonfirmasi wartawan, Senin (29/6).

Ade menyayangkan ketidakpatuhan warganya yang tetap nekat mengundang Rhoma dalam acara khitanan tersebut. Padahal, sebelumnya Pemkab Bogor sudah mengirimkan surat resmi kepada warga yang menggelar hajatan itu agar membatalkan konsernya, juga kepada Rhoma Irama.

Alasannya  karena Kabupaten Bogor masih menerapkan PSBB proporsional, sehingga setiap kegiatan hiburan yang dapat menimbulkan kerumunan massa dan berpotensi  memperluas penyebaran Covid-19. Apalagi, kecamatan Pamijahan tempat digelarnya konser itu, menurut Ade, diketahui masuk dalam zona merah Covid-19.                                                                                "Kenyataannya acara tetap digelar. Jadi jelas aturan dilanggar, surat teguran diabaikan dan sama sekali tidak menerapkan protokol kesehatan," tambah dia.

Dalam acara itu, selain raja dangdut Rhoma Irama juga dihadiri sejumlah artis lainnya seperti Rita Sugiarto, Caca Handika, Yunita Ababil, Wawa Marissa, Yus Yunus dan beberapa artis ibu kota lainnya. Dalam acara itu, Rhoma Irama menyanyikan beberapa lagu. Akibatnya, kerumunan massa tak terhindarkan saat acara konser berlangsung. 

Namun Rhoma memberikan komentar mengenai konser itu. Dia mengatakan bahwa tuan rumah menyatakan ada pelonggaran dari Kapolri dan Gubernur Jawa Barat terkait kerumunan massa.

"Cuma saya bilang, Soneta tidak bisa tampil, belum betul-betul PSBB murni gitu. Saya pun kondangan, jadi sampai di sana saya lihat orang banyak dan beberapa artis ibu kota tampil, ada musiknya," ungkap Rhoma. 

Karena sudah hadir di acara tersebut, Rhoma pun diminta untuk memberikan tausiyah singkat untuk para hadirin. Selain itu Rhoma juga sempat tampil membawakan beberapa lagu.  "Tuan rumah minta saya berikan tausiyah. Maka saya sampaikan tausiyah singkat. Setelah itu, semua itu minta saya nyanyi. Saya pun nyanyi itu aja sih, dua sampai tiga lagu mungkin ya,"ujarnya. Rhoma.

Dia menegaskan,  lokasi acara juga dijaga sejumlah aparat. Bahkan Rhoma juga mendapat pengawalan dari aparat selama berada di sana. "Dan saya selama di sana di dampingi oleh aparat, selama di lokasi didampingi aparat maupun di ruang tunggu, ruang tamu sampai dikawal pentas," tutur Rhoma.

Sementara Kapolsek Cibungbulang Kabupaten Bogor Kompol Ade Yusuf Hidayat yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, Rhoma hanya menyumbang beberapa lagu saja atas permintaan dari sang pemilik hajat, bukan konser bersama Soneta Grup. "Rhoma dan sohibul hajat itu teman lama. Beliau ke undangan terus nyumbang lagu," ujar Yusuf.

Namun penampilan Rhoma mengundang massa dari luar Kecamatan Pamijahan. Tua muda hingga anak-anak berkerumun menyaksikan aksi panggung tersebut. Bahkan, para penonton berjoget mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti physical distancing dan tak memakai masker.

Menurut Yusuf, polisi hanya bertugas mengamankan acara yang dihadiri Rhoma Irama tersebut. Sementara adanya kerumunan massa, lanjut Yusuf, yang punya hajatan  berpedoman pada pencabutan maklumat kerumunan oleh Kapolri.  "Untuk acara tersebut tidak ada izin dari siapa pun. Mereka berpatokan maklumat kerumunan sudah dicabut oleh Kapolri, jadi boleh," ujarnya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment