Ad imageAd image

Beri ‘Karpet Merah’, UIN Walisongo Gandeng MAN Purbalingga Buka Jalur Khusus Penerimaan Mahasiswa

3 Min Read

, reaksinasional.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang membawa kabar angin segar bagi para pelajar di Kabupaten Purbalingga. Kampus berbasis Islam ini secara resmi menggandeng Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga dalam program melalui skema Jalur Khusus Mandiri Kerja Sama. Kesepakatan strategis ini ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama di Aula , Kamis (11/12/2025).

Hadir langsung dalam momen tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo, Prof. Dr. M. Mukhsin Jamil, M.Ag., bersama Kepala MAN Purbalingga, H. Jahroni, M.Pd.I. Kerja sama ini dinilai sebagai langkah konkret untuk mempermudah akses pendidikan tinggi berkualitas bagi siswa-siswi madrasah di daerah.

Kepala MAN Purbalingga, H. Jahroni, menyambut antusias inisiatif ini. Ia mengapresiasi kehadiran langsung pimpinan UIN Walisongo yang bersedia turun ke bawah jemput bola. Menurutnya, kemitraan ini membuka peluang emas bagi anak didiknya untuk melanjutkan studi dengan jalur yang lebih pasti.

“Harapan kami, kerja sama ini bisa mencerahkan masa depan anak-anak. Mereka bisa mendapatkan ilmu yang lebih tinggi sebagai bekal menghadapi tantangan zaman, dengan akses yang kini lebih terbuka luas,” ungkap Jahroni.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sementara itu, Prof. Mukhsin Jamil menegaskan bahwa skema kerja sama ini ibarat menggelar “karpet merah” bagi siswa MAN Purbalingga. Pihaknya berkomitmen menyediakan akses pendidikan yang tidak hanya berkualitas tetapi juga terjangkau. Melalui jalur ini, siswa memiliki kesempatan memilih beragam program studi, mulai dari rumpun keagamaan, sains dan teknologi, hingga Fakultas Kedokteran yang kini telah dimiliki UIN Walisongo di bawah koordinasi Kemendikbudristek.

Dalam sambutannya, Guru Besar UIN Walisongo tersebut juga mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi era disrupsi teknologi. Menurutnya, banyak jenis pekerjaan konvensional yang mulai hilang tergerus digitalisasi, sehingga pendidikan tinggi menjadi modal krusial untuk bertahan dan bersaing.

“Adik-adik siswa adalah penentu wajah masa depan bangsa. Tantangan hari ini adalah teknologi, dan satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan membekali diri melalui pendidikan yang mumpuni,” pesan Mukhsin.

Sebagai informasi, UIN Walisongo saat ini telah mengantongi predikat Akreditasi Unggul. Dengan populasi mahasiswa mencapai 23 ribu orang, sekitar 59 persen program studi di kampus ini telah terakreditasi Unggul. Tak hanya itu, kampus ini juga tengah gencar memproses akreditasi internasional dan memperluas jejaring global guna meningkatkan mutu akademik lulusannya. (*)

Share This Article