Ad image

Berhasil Wujudkan Swasembada Pangan, Presiden Prabowo Tegaskan Impor Pangan Tidak Masuk Akal

3 Min Read

KARAWANG, reaksinasional.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketergantungan impor pangan merupakan hal yang tidak masuk akal, menyusul keberhasilan Indonesia kembali mewujudkan swasembada pangan . Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026.

Prabowo mengaku prihatin dengan kondisi di masa lalu ketika Indonesia masih bergantung pada impor pangan. Padahal, menurutnya, Indonesia merupakan negara besar yang dianugerahi sumber daya alam melimpah serta tanah yang subur.

“Yang tidak masuk di akal saya, bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung bangsa lain. Untuk pangan kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” ujar Presiden.

Panen Raya di Karawang tersebut dirangkaikan dengan pengumuman resmi swasembada pangan nasional. Momentum ini menandai capaian strategis sektor pertanian sebagai hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para petani di seluruh Indonesia. Pengumuman tersebut disambut antusias oleh peserta yang mengikuti kegiatan secara luring maupun virtual dari berbagai daerah.

“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya. Saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Prabowo.

Dalam sambutannya, Presiden juga mengingatkan pentingnya sikap waspada dan keberanian bangsa dalam menghadapi tantangan ke depan. Ia menekankan perlunya evaluasi berkelanjutan agar kedaulatan nasional, khususnya di sektor pangan, tetap terjaga.

“Saya selalu mengatakan bahwa bangsa Indonesia harus sungguh-sungguh menjadi bangsa yang waspada, mau mengoreksi diri, dan berani menghadapi segala keadaan. Kita paham bahwa bangsa kita adalah negara yang kaya,” ucapnya.

Prabowo menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian swasembada beras yang kembali diraih Indonesia. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi sumber harapan dan keyakinan bagi masa depan bangsa.

“Saya bangga dengan kalian hari ini. Bahagia saya, saya senang sekali dan saya melihat penuh harapan dan keyakinan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyaksikan langsung panen padi di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang merupakan salah satu sentra produksi nasional. Proses panen dilakukan menggunakan teknologi combine harvester yang mampu mempercepat panen, menekan kehilangan hasil, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Selain mekanisasi, peningkatan produktivitas juga didukung penggunaan varietas unggul padi Inpari 32 yang dikembangkan Kementerian Pertanian. Varietas ini memiliki potensi hasil hingga 8,42 ton per hektare. Presiden mendorong agar ke depan pengembangan varietas unggul terus dilakukan guna mencapai produktivitas padi nasional hingga 15 ton per hektare.

Keberhasilan swasembada pangan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk menjaga berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor di masa mendatang.

Share This Article