CILACAP, ReaksiNasional.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappeda) Kabupaten Cilacap mencatat sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif sepanjang 2025, atau tepat setahun duet kepemimpinan Bupati Syamsul Auliya Rachman bersama Wakil Bupati Ammy Amalia Fatma Surya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Cilacap, Imam Jauhari, memaparkan capaian tersebut dalam refleksi satu tahun kepemimpinan di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati, Minggu (22/2/2026).
Angka kemiskinan Kabupaten Cilacap tercatat 9,41 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka berada di angka 7,40 persen. Pertumbuhan ekonomi nonmigas sejak 2024 mencapai 5,01 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 72,55 menjadi 73,45, sedangkan prevalensi stunting turun dari 5,31 persen menjadi 4,99 persen.
“Di bidang tata kelola, Pemkab Cilacap kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut. Indeks Reformasi Hukum juga meraih predikat A (Sangat Baik) dengan nilai 87,86,” kata Imam.
Selain itu, Cilacap menerima sejumlah penghargaan nasional, antara lain Kabupaten Layak Anak kategori Nindya, Kabupaten Kreatif, serta pengukuhan Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT).
Di sektor pemerintahan, Pemkab melantik 2.591 PPPK paruh waktu, terutama untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Kebijakan ini menjadi bagian dari penataan manajemen talenta ASN sekaligus penyelesaian status tenaga honorer. Pembangunan command center juga dilakukan untuk memperkuat pengawasan pelayanan publik berbasis data real time.
Pada bidang pendidikan, Pemkab mengalokasikan Rp20 miliar dana BOS pendamping pada semester II 2025 dan menyiapkan Rp40 miliar untuk 2026 guna mengurangi pungutan sekolah serta membantu guru wiyata bakti. Hibah Rp5 miliar juga disalurkan sebagai insentif guru TPQ dan madrasah diniyah di 1.156 lembaga.
Melalui APBN 2025, revitalisasi dilakukan pada 6 PAUD, 28 SD, dan 26 SMP dengan total anggaran Rp35,36 miliar. Di sektor kesehatan, anggaran pengelolaan jaminan kesehatan masyarakat pada 2025 mencapai Rp42,59 miliar dan meningkat menjadi Rp46,60 miliar pada 2026, ditambah Rp5 miliar belanja tidak terduga.
“Akses layanan kesehatan dasar terus kami perkuat, seiring penurunan angka stunting dan peningkatan umur harapan hidup,” ujar Imam.
Pada sektor infrastruktur, alokasi APBN Kementerian Pekerjaan Umum untuk Cilacap tahun 2025 mencapai Rp398,91 miliar, mencakup bina marga, sumber daya air, dan cipta karya. Dari APBD Kabupaten, sepanjang 2025 telah dibangun dan diperbaiki jalan sepanjang 105,339 kilometer dengan anggaran Rp182 miliar. Persentase jalan mantap meningkat menjadi 78,02 persen dari sebelumnya 76,83 persen.
Untuk 2026, pembangunan jalan desa dianggarkan Rp72,27 miliar dengan estimasi panjang 120 kilometer. Sebanyak 2.067 rumah tidak layak huni tertangani pada 2025, serta penanganan kawasan kumuh mencapai 10,64 hektare.
Di bidang ekonomi, seni, dan pariwisata, Pemkab mengembangkan kawasan heritage Kota Lama, merehabilitasi Gedung Graha Pemuda, serta membangun ruang terbuka publik di area Titik Nol Kilometer Cilacap. Kalender event 2025 diisi berbagai kegiatan, mulai Festival Nelayan hingga ajang olahraga dan festival kreatif guna menggerakkan ekonomi lokal.
“Tantangan fiskal dan dinamika ekonomi tetap ada. Namun, dengan sinergi APBN, APBD provinsi, dan APBD kabupaten, arah pembangunan Cilacap tetap terjaga,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Syamsul Auliya Rachman mengajak investor untuk menanamkan modal di Cilacap dengan menjanjikan kemudahan proses perizinan sebagai strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kemudahan dalam proses perizinan akan menjadi prioritas kami untuk meningkatkan investasi di Cilacap,” ujar Syamsul.
Ia menegaskan, pembangunan ke depan difokuskan pada penguatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta sektor ekonomi produktif, termasuk revitalisasi rumah potong hewan (RPH), pengembangan olahraga, dan penguatan ekonomi lokal.
Sementara itu, Wakil Bupati Ammy Amalia Fatma Surya menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama setahun masa kepemimpinannya.
“Tentu kami melanjutkan apa yang sudah baik dan memperbaiki apa yang kurang baik. Saya juga meyakini mudah-mudahan apa yang sudah kita laksanakan setahun ini bersama seluruh kepala OPD dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.


