Ad image

Bantuan Becak Listrik Magelang, Presiden Prabowo Salurkan 100 Unit untuk Ringankan Beban Pengemudi

3 Min Read

MAGELANG, reaksinasional.com – Pemerintah pusat menyalurkan bantuan Magelang sebagai upaya meringankan beban para pengemudi becak, khususnya yang sudah lanjut usia. Presiden Prabowo Subianto memberikan bantuan sebanyak 100 unit becak listrik untuk Kota Magelang, .

Dari total bantuan tersebut, Pemerintah Kota Magelang memprioritaskan 65 unit bagi pengemudi becak yang tercatat aktif beroperasi di wilayah kota. Sementara 35 unit lainnya dialokasikan untuk mendukung operasional transportasi di sejumlah objek wisata di Kota Magelang.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengatakan bantuan ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama pengemudi becak yang selama ini mengandalkan tenaga fisik dalam mencari nafkah.

“Ini merupakan langkah nyata untuk meringankan beban fisik para pengemudi becak, khususnya mereka yang sudah lanjut usia,” ujar Damar dalam keterangan pers, Sabtu, 27 Desember 2025.

Damar menegaskan bahwa seluruh unit becak listrik tersebut berstatus hak pakai dan tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan. Menyusul adanya laporan indikasi pemindahtanganan bantuan, akan memperketat sistem pengawasan agar bantuan tepat sasaran.

“Kami akan menyiapkan mekanisme pengendalian yang lebih ketat supaya bantuan ini tetap berada di tangan yang berhak dan digunakan sesuai peruntukannya, yakni membantu meningkatkan taraf hidup pengemudi becak lansia,” tegasnya.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik Sudaryati Deyang, di Pendopo Pengabdian, kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang, pada Jumat, 26 Desember 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Nanik menjelaskan bahwa setiap unit becak listrik memiliki nilai sekitar Rp22 juta. Bantuan ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk perhatian terhadap para pengayuh becak yang selama ini bergantung pada tenaga manual.

“Becak listrik ini diproduksi oleh PT Pindad dan dibagikan secara gratis. Saat ini fokus distribusi masih di kota-kota Pulau Jawa, namun secara nasional Presiden telah memesan 70.000 unit yang ditargetkan rampung pada 2028,” jelas Nanik.

Sebelum diserahkan kepada penerima manfaat, para pengemudi becak terlebih dahulu mendapatkan pelatihan teknis. Pelatihan tersebut meliputi cara pengoperasian kendaraan, perawatan baterai, serta pemahaman aspek keselamatan berkendara.

Salah satu penerima bantuan, Slamet, warga Kiringan, Kelurahan Tidar Utara, mengaku sangat terbantu dengan adanya becak listrik tersebut. Menurutnya, faktor usia membuat dirinya tidak lagi kuat mengayuh becak konvensional dalam jarak jauh.

“Becak listrik gratis ini sangat membantu. Tenaga jadi lebih hemat dan tidak mudah lelah untuk mencari nafkah sehari-hari,” ungkap Slamet.

Share This Article