TEGAL, ReaksiNasional.com – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal M Khuzaeni atau yang akrab disapa Jeni menyoroti maraknya alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian di kawasan Guci, lereng Gunung Slamet bagian utara. Menurutnya, perubahan fungsi lahan tersebut menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya debit air Sungai Gung di wilayah Guci, Kecamatan Bumijawa, yang akhirnya memicu banjir besar jelang akhir tahun 2025.
Jeni menyampaikan, para pemerhati lingkungan telah lama mengingatkan bahwa berkurangnya kawasan hutan di wilayah hulu menyebabkan daya serap air menurun drastis. Akibatnya, aliran Sungai Gung tidak mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi, hingga merusak sejumlah fasilitas wisata, termasuk Wahana Pancuran 13 dan Pancuran 5 di kawasan wisata Guci.
Ia menegaskan, alih fungsi lahan di wilayah hulu merupakan faktor krusial yang harus segera ditangani agar kejadian serupa tidak terulang. Oleh karena itu, Jeni mendorong adanya gerakan penanaman pohon secara masif di kawasan hutan lereng Gunung Slamet sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir susulan pada musim hujan berikutnya.
Menurutnya, upaya reboisasi perlu dimulai sejak awal tahun agar dampaknya dapat dirasakan pada musim hujan akhir tahun 2026. Ia mengingatkan, tanpa adanya langkah serius dan berkelanjutan, risiko banjir susulan bahkan berpotensi lebih besar dibandingkan kejadian sebelumnya.
Politisi dari Fraksi Golkar tersebut menilai bahwa penanaman pohon tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga pelaku usaha di kawasan wisata Guci. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memulihkan fungsi hutan secara menyeluruh.
Selain itu, Jeni juga menyoroti luas alih fungsi lahan di kawasan atas Guci yang diperkirakan telah mencapai sekitar 49 hektare. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Tegal untuk bersikap tegas sekaligus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar tidak terus melakukan penebangan pohon untuk kepentingan pertanian.
Ia juga mendorong Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada warga mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan demi keselamatan bersama dan keberlanjutan lingkungan.
Jeni menambahkan, kerusakan hutan tidak hanya berdampak pada meningkatnya risiko banjir, tetapi juga mengancam sektor pariwisata Guci yang selama ini menjadi salah satu andalan perekonomian Kabupaten Tegal. Menurutnya, kelestarian lingkungan memiliki keterkaitan langsung dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.

