Banjir Meluas di Bekasi, 33 Desa di 16 Kecamatan Terendam hingga 2 Meter

2 Min Read
Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di salah satu desa terdampak di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan ketinggian air bervariasi akibat curah hujan tinggi, Minggu (18/1/2026).

, ReaksiNasional.com – Banjir meluas di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat hingga Minggu (18/1/2026) siang, banjir telah menggenangi 33 desa yang tersebar di 16 kecamatan, dengan ketinggian muka air bervariasi antara 10 sentimeter hingga mencapai 200 sentimeter.

Berdasarkan laporan , hingga pukul 08.00 WIB tercatat sedikitnya 13 titik banjir di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Cikarang Utara, Tambun Selatan, Cibitung, Karang Bahagia, Babelan, Cikarang Pusat, Tambun Utara, Kedungwaringin, Sukawangi, dan Tarumajaya. Seiring bertambahnya intensitas hujan, jumlah wilayah terdampak terus meluas hingga siang hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis menjelaskan, 16 kecamatan yang terdampak banjir meliputi Tarumajaya, Babelan, Sukawangi, Cabangbungin, Tambun Utara, Sukakarya, Pebayuran, Cibitung, Sukatani, Tambun Selatan, Karang Bahagia, Cikarang Utara, Cikarang Barat, Kedungwaringin, Cikarang Timur, dan Cikarang Pusat.

“Berdasarkan update pendataan sementara hingga Minggu siang, jumlah warga terdampak banjir mencapai 4.622 kepala keluarga yang tersebar di berbagai lokasi,” ujar Muchlis.

Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur TNI dan Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Desa Tangguh Bencana (Destana), Katana, serta para relawan kebencanaan telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari asesmen di lapangan, evakuasi warga terdampak, hingga pendistribusian bantuan logistik.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait untuk penanganan lanjutan, terutama di wilayah dengan ketinggian air cukup tinggi,” katanya.

BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi , mengingat intensitas hujan masih tinggi dan berpotensi memicu banjir susulan di sejumlah wilayah rawan.

“Tetap waspada dan berhati-hati, khususnya bagi warga yang berada di daerah rawan banjir. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada aparat desa, Trantib kecamatan, atau petugas BPBD,” imbuh Muchlis.

Untuk keperluan informasi dan penanganan darurat kebencanaan, BPBD Kabupaten Bekasi membuka layanan Call Center yang dapat dihubungi melalui telepon atau WhatsApp di nomor 0812-1907-1900. (*)

Share This Article