KENDAL, ReaksiNasional.com – Banjir yang melanda Kabupaten Kendal terus meluas dan kini berdampak di lebih dari tujuh kecamatan. Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu hingga Kamis (14–15/1/2026) memicu luapan sejumlah sungai dan menggenangi permukiman warga, fasilitas umum, hingga jalur transportasi.
Kepala Markas Palang Merah Indonesia Kabupaten Kendal Muh Nurfathoni menyampaikan bahwa berdasarkan laporan situasi terkini, banjir terjadi di Kecamatan Ngampel, Pegandon, Brangsong, Kendal Kota, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Patebon, Rowosari, serta sejumlah kecamatan lainnya.
Menurutnya, laporan dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) PMI Kabupaten Kendal mencatat adanya limpasan beberapa sungai yang berdampak signifikan. Luapan Sungai Penut, misalnya, menggenangi Desa Karangmulyo, Banyu Urip, Ngampel Kulon, dan Ngampel Wetan. Sementara itu, Sungai Kendal meluap dan berdampak ke Desa Trompo, Sijeruk, Langenharjo, Ngilir, Karangsari, Pekauman, Pegulon, Kobondalem, hingga Patukangan.
Selain itu, limpasan Sungai Waridin menggenangi Desa Karang Tengah, Kumpulrejo, Kebonadem, Candiroto, Brangsong, Wonorejo, dan Krajan Kulon. Adapun luapan Sungai Aji berdampak ke Desa Plantaran dan Sarirejo. Kondisi tersebut menyebabkan banjir masuk ke permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.
Pusdatin PMI Kabupaten Kendal juga melaporkan bahwa banjir mengakibatkan terputusnya akses transportasi darat dan jalur kereta api di beberapa titik. Dampak lanjutan yang ditimbulkan antara lain terganggunya jaringan listrik dan telekomunikasi, tercemarnya sumber air bersih, serta terhambatnya akses menuju wilayah terdampak.
Selain permukiman, banjir juga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian, terhentinya aktivitas di sejumlah pasar induk dan pasar lokal, terganggunya kegiatan belajar mengajar di beberapa fasilitas pendidikan, serta terhambatnya kegiatan peribadatan. Pelayanan administrasi di kantor desa dan kelurahan terdampak ikut terganggu, bahkan sejumlah pusat layanan kesehatan masyarakat dilaporkan tidak dapat beroperasi optimal.
Berdasarkan hasil asesmen terbaru, banjir di Kabupaten Kendal berdampak pada 2.552 kepala keluarga atau 8.358 jiwa, dengan 2.126 unit rumah terendam air. Selain itu, tercatat 18 unit fasilitas pendidikan, satu unit fasilitas kesehatan, tujuh unit perkantoran, serta 48 unit tempat ibadah ikut terdampak.
Muh Nurfathoni menambahkan bahwa kondisi cuaca dengan curah hujan yang masih tinggi menjadi kendala bagi relawan dalam melakukan asesmen lanjutan maupun distribusi bantuan. Saat ini, kebutuhan mendesak warga terdampak meliputi air bersih, peralatan kebersihan, serta kebutuhan dasar seperti makanan siap saji dan air minum dalam kemasan.
PMI Kabupaten Kendal juga mencatat kebutuhan khusus bagi kelompok rentan serta sarana sanitasi. Hingga saat ini, PMI telah melakukan pelayanan asesmen, membuka dapur umum, mendistribusikan bantuan logistik untuk dapur umum mandiri, serta memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir. (*)


