Banjir 8 Bulan Tak Surut di Sayung Demak, Warga Sebut Sudah Jadi Krisis Berkepanjangan

2 Min Read
Kondisi permukiman warga Dukuh Lengkong, Desa Sayung, Demak yang terendam banjir selama berbulan-bulan hingga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat, Senin (27/4/2026).

, ReaksiNasional.com – Banjir yang melanda Dukuh Lengkong, Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tidak lagi dianggap sebagai bencana musiman, melainkan telah berubah menjadi krisis berkepanjangan. Warga mengaku genangan air telah berlangsung lebih dari delapan bulan tanpa penanganan nyata yang dirasakan langsung.

Salah satu warga, Muhammad Miftah, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bahkan telah terjadi selama lebih dari satu dekade dan terus memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai fenomena banjir yang berulang setiap tahun tidak bisa lagi dikategorikan sebagai kejadian alam biasa.

“Banjir sampai delapan bulan lebih ini bukan lagi bencana, tapi sudah jadi krisis. Ini sudah lebih dari 10 tahun terjadi setiap tahun,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Akibat genangan yang tak kunjung surut, aktivitas ekonomi masyarakat setempat lumpuh total. Sektor pertanian menjadi yang paling terdampak karena lahan sawah tidak dapat digarap maupun ditanami.

Menurut Miftah, kerugian yang dialami warga sangat besar karena sumber penghidupan utama tidak bisa berjalan. Ia menyebut kondisi tersebut membuat masyarakat kehilangan pendapatan secara signifikan.

“Kerugian sangat besar, ekonomi lumpuh 100 persen. Sawah tidak bisa ditanam sama sekali,” katanya.

Selain dampak ekonomi, ia juga menyoroti minimnya upaya penanganan dari pihak terkait, baik dalam mengatasi dampak langsung maupun mencari solusi jangka panjang atas penyebab banjir.

Miftah menegaskan bahwa meskipun faktor alam turut berperan, diperlukan langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia berharap ada upaya nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

“Memang ini faktor alam, tapi tetap harus ada penanganan. Tidak bisa dibiarkan. Manusia itu harus berusaha, bukan hanya pasrah,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama ini warga merasa menghadapi kondisi tersebut tanpa solusi yang jelas. Banjir yang terus berulang dinilai belum mendapatkan penanganan serius meski telah berlangsung lebih dari 10 tahun.

“Penanganan dari pemerintah sejauh ini masih nol. Tidak ada. Makanya rakyat benar-benar sengsara,” pungkasnya.

Share This Article