BANDUNG, ReaksiNasional.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan penerbangan rute Bandung–Yogyakarta International Airport (YIA) dari Bandara Husein Sastranegara akan beroperasi setiap hari. Penerbangan ini menjadi langkah awal menghidupkan kembali konektivitas udara Kota Bandung, Jawa Barat.
Farhan menyebut penerbangan perdana berjalan lancar dengan mengangkut 22 penumpang menuju YIA. Ia berharap rute harian tersebut menjadi momentum untuk menangkap kembali permintaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan penerbangan dari Bandung.
“Alhamdulillah, kita menyaksikan bersama penerbangan yang sangat lancar membawa 22 penumpang dari Bandung ke YIA. Penerbangan ini akan berlangsung setiap hari. Mudah-mudahan ini menjadi lanjutan dari kemampuan kita menangkap permintaan masyarakat yang makin tinggi untuk terbang dari Husein Sastranegara ke berbagai tujuan di Indonesia,” ujarnya di Bandara Husein Sastranegara, Rabu (11/2/2026).
Namun demikian, Farhan menjelaskan bahwa operasional bandara saat ini masih mengikuti ketentuan pemerintah pusat, yakni hanya melayani pesawat baling-baling (propeller) dengan rute di dalam Pulau Jawa. Meski terbatas, ia menilai kesiapan teknis dan operasional bandara sudah sangat memadai.
Menurutnya, pengelolaan bandara oleh Angkasa Pura berjalan optimal, termasuk dukungan infrastruktur seperti Jalan Layang Nurtanio yang dinilai memperlancar akses menuju kawasan bandara sebagai kawasan transit oriented development (TOD).
Farhan juga menyoroti potensi besar Bandara Husein. Pada 2019, sebelum pandemi Covid-19, jumlah penumpang mencapai sekitar 3,8 juta orang per tahun, dengan sekitar 800 ribu di antaranya merupakan penumpang internasional. Angka tersebut kontras dengan kondisi 2025 yang rata-rata hanya sekitar 4.000 penumpang per bulan.
“Potensi sebesar itu harus kita kembalikan. Artinya, kita masih punya pekerjaan besar untuk mengejar peningkatan signifikan,” katanya.
Terkait penambahan rute, Farhan menyatakan hal itu bergantung pada keputusan maskapai dan perizinan dari Kementerian Perhubungan. Ia berharap rute-rute lama dapat kembali dibuka, seperti Medan, Palembang, Lampung, Bali, Balikpapan, hingga Sulawesi Selatan, serta rute internasional ke Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor.
“Tugas kami adalah menghidupkan dan menjaga ekosistem. Kalau ekosistemnya hidup, investor swasta akan masuk. Ketika itu terjadi, kami berharap pemerintah pusat dan provinsi bisa menangkap peluang ini bersama-sama,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Husein Sastranegara, Granito Wahyu, mengaku optimistis terhadap kebangkitan bandara di pusat Kota Bandung tersebut. Ia berharap ke depan bandara dapat melayani pesawat berbadan lebih besar guna meningkatkan konektivitas serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.


