Ad imageAd image

Awali 2026 di Tengah Tekanan Fiskal, Bupati Cilacap Minta ASN Gaet Investor dan Genjot PAD

3 Min Read

, Reaksi Nasional – Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap optimistis menyambut tahun 2026, meski di tengah bayang-bayang dan kebijakan efisiensi anggaran.

Pesan tersebut disampaikan Syamsul saat memimpin Apel Pagi Bersama awal tahun di Halaman Pendopo Wijayakusuma Cakti, Kabupaten Cilacap, Senin (5/1/2026).

“Tentunya tahun 2026 kita sambut dengan optimisme di tengah tekanan fiskal, kondisi global yang diprediksi tidak menentu, serta tantangan bencana. Kita harus masuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung, di mana hari ini lebih baik daripada hari kemarin,” ujar Syamsul.

Optimisme tersebut didukung dengan makin lengkapnya struktur organisasi Pemerintah Kabupaten Cilacap. Syamsul menyebut, posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) atau Eselon II dan administrator kini telah terisi hingga 97 persen. Kondisi ini diharapkan memacu kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih optimal dibanding tahun 2025 yang masih banyak diisi pejabat rangkap jabatan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Strategi Genjot PAD dan Investasi

Menyikapi keterbatasan anggaran, Bupati meminta maaf jika ada program yang terpaksa dikurangi. Sebagai solusi, ia menginstruksikan jajarannya untuk berinovasi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat dengan kenaikan pajak.

“Kita harus semangat, yuk kita tingkatkan PAD. Kita coba naikkan PAD tanpa membebani masyarakat. Caranya dengan mengoptimalkan BUMD, Perusda, atau inovasi bagi OPD pemungut retribusi,” tegasnya.

Bahkan, Syamsul menantang para ASN untuk proaktif menarik investor masuk ke Cilacap dan memanfaatkan aset-aset daerah yang mangkrak. Ia menjanjikan penghargaan (reward) bagi pegawai yang berhasil melakukan hal tersebut.

“Saya akan berikan reward bagi teman-teman yang memiliki jaringan dan bisa membawa investor ke Cilacap, serta bisa memanfaatkan fasilitas daerah daripada mangkrak,” tambahnya.

Fokus Layanan Publik dan Kesejahteraan

Dalam keterangan terpisah kepada awak media, Syamsul memaparkan sejumlah prioritas pelayanan publik di tahun 2026. Program “Bupati Ngantor nang Desa” akan tetap berjalan, ditambah dengan inovasi layanan administrasi kependudukan (Capil) keliling dan rencana pencetakan KTP di kantor kecamatan.

Pemerintah juga akan melanjutkan pembangunan kawasan heritage, gedung kesenian, serta penataan lapangan di kawasan tersebut.

Di sektor kesejahteraan, berkomitmen mengoptimalkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan seperti imam masjid, marbot, dan linmas. Selain itu, peningkatan honor bagi Ketua RT/RW, guru TPQ, serta insentif guru madrasah dan sekolah swasta juga menjadi prioritas.

“Kita kemarin mengangkat banyak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Guru-guru yang selama ini dibayar dari iuran orang tua murid bisa dibiayai dari BOSDA, jadi nanti akan mengurangi beban masyarakat,” jelasnya.

Pakta Integritas

Rangkaian apel pagi tersebut juga diisi dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pejabat, mulai dari Sekretaris Daerah hingga Camat. Dokumen yang berisi 10 poin komitmen ini menjadi pengingat bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Jika mereka melanggar poin 1 sampai 9, maka pada poin 10 disebutkan mereka harus bersedia mengundurkan diri dari jabatan,” pungkas Syamsul tegas.

Share This Article