Atasi Over Stok Darah, PMI Kota Semarang Kembangkan Terapi Nebu PRP Allogen

3 Min Read
Ketua PMI Kota Semarang Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-KL., MM(ARS) memberikan keterangan kepada media usai Musyawarah Kerja Kota di Aula Unit Donor Darah PMI Kota Semarang, Rabu (4/2/2026), terkait inovasi pemanfaatan komponen darah untuk terapi nebulisasi PRP guna mengatasi kelebihan stok darah.

, ReaksiNasional.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan berupa terapi nebulisasi Platelet-Rich Plasma (PRP) allogen sebagai solusi atas menurunnya kebutuhan darah di tengah tingginya animo donor darah masyarakat. Layanan tersebut kini telah tersedia di Klinik Utama dan menjadi bagian dari upaya pemanfaatan optimal komponen darah agar tidak terbuang.

Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-KL., MM(ARS), menjelaskan bahwa terapi nebu PRP allogen merupakan hasil riset dan pengembangan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang. Inovasi ini lahir dari tantangan ketidakseimbangan antara meningkatnya stok darah dengan menurunnya permintaan transfusi darah di wilayah Kota Semarang.

Menurutnya, PRP atau Platelet-Rich Plasma merupakan pemanfaatan plasma trombosit yang berasal dari sisa produk olahan darah untuk transfusi. Melalui metode nebulisasi atau terapi uap, komponen plasma trombosit tersebut dapat masuk ke dalam tubuh dan memberikan efek terapeutik untuk regenerasi sel pada kasus-kasus tertentu yang masih terus diteliti dan dikembangkan.

Ia mengungkapkan bahwa trombosit kaya plasma memiliki manfaat untuk mempercepat perbaikan dan regenerasi sel, termasuk membantu perbaikan sel kulit, sel pankreas, menurunkan kolesterol dan asam urat, serta berpotensi digunakan dalam penanganan osteoporosis atau pengapuran tulang. Dengan pemanfaatan tersebut, darah hasil donor sukarela dapat digunakan secara maksimal sekaligus mendukung kemandirian ekonomi PMI.

Lebih lanjut, dalam Musyawarah Kerja Kota (Muskerkot) PMI Kota Semarang, telah disepakati pengembangan bioregenerative and healthness centre sebagai unit layanan baru yang akan dikelola secara profesional. Fasilitas ini direncanakan menjadi pusat pengembangan berbasis bioregeneratif sekaligus penopang kemandirian organisasi.

Awal menambahkan, meski layanan terapi nebu PRP sudah dapat diakses masyarakat, pengelolaannya masih bersifat terbatas karena fasilitas khusus bioregenerative and healthness centre masih dalam tahap perencanaan pembangunan. PMI Kota Semarang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,3 miliar untuk renovasi lantai dua gedung markas PMI yang ditargetkan rampung pada pertengahan semester pertama tahun ini dan mulai beroperasi pada awal semester kedua.

Ia juga mengakui bahwa seluruh pelayanan kesehatan di Klinik Utama PMI Kota Semarang hingga saat ini belum dapat melayani pasien dengan skema BPJS Kesehatan. Kendati demikian, PMI memastikan biaya layanan akan tetap terjangkau bagi masyarakat karena berlandaskan pada prinsip kemanusiaan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang dikembangkan PMI berorientasi pada kepentingan kemanusiaan sehingga penetapan tarif akan ditekan agar tetap memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat, meskipun tanpa dukungan BPJS maupun asuransi kesehatan lainnya.

Share This Article